22 April 2022, 10:40 WIB

Liga Arab Kutuk Israel yang Izinkan Yahudi Beribadah di Al Aqsa


Cahya Mulyana |

LIGA Arab telah meminta Israel untuk menghentikan pelaksanaan ibadah Yahudi di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Sebab tindakan tersebut melukai umat muslim seluruh dunia.

Liga Arab juga menuduh Israel telah membatasi hak muslim untuk beribadah di Kota Tua Yerusalem, sementara mengizinkan orang-orang Yahudi ultra-nasionalis untuk memasuki situs suci itu di bawah perlindungan polisi.

“Tuntutan kami jelas bahwa Al-Aqsa dan Haram al Sharif di semua wilayahnya adalah satu-satunya tempat ibadah bagi umat Islam,” kata Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi setelah pertemuan darurat liga di Amman.

Pertemuan itu diadakan untuk membahas tindakan Israel tersebut yang disebut kebijakan dan tindakan ilegal di Yerusalem. Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan Israel melanggar kebijakan berabad-abad yang menyatakan non-muslim boleh mengunjungi kompleks Al-Aqsa, tetapi tidak untuk menggelar peribadatan.

Polisi anti huru hara Israel menyerbu kompleks masjid Al-Aqsa pekan lalu yang melukai 158 warga Palestina dan ratusan lainnya ditahan. Safadi, yang berbicara dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan bertemu dengan pejabat senior Departemen Luar Negeri AS telah mengunjungi situs itu pada hari Rabu untuk membahas pengurangan ketegangan.

Berada di atas dataran tinggi Kota Tua yang bertembok, kompleks Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga Islam dan dikenal oleh umat Islam sebagai al-Haram al-Sharif (Tempat Suci). Bagi orang Yahudi itu dikenal sebagai Temple Mount, situs paling suci dalam Yudaisme di mana mereka percaya dua kuil kuno berada.

Kantor berita Jordan Petra mengatakan bahwa Liga Arab memperingatkan tindakan Israel di Al-Aqsa. Sebab kebijakan itu akan mengancam dan memicu kekerasan selain provokasi terang-terangan terhadap umat Islam.

Pertemuan tersebut dihadiri negara-negara anggota Liga Arab termasuk yang telah melakukan normalisasi diplomasi dengan Israel. Yaitu Uni Emirat Arab dan Maroko, serta Tunisia, Aljazair, Arab Saudi, Qatar, Mesir dan perwakilan dari Otoritas Palestina.

Pada Rabu malam, polisi Israel memblokir lebih dari 1.000 demonstran ultra-nasionalis yang mengibarkan bendera Israel, beberapa meneriakkan matilah orang Arab, untuk mencapai Gerbang Damaskus dan kawasan Muslim Kota Tua. Anggota parlemen sayap kanan Itamar Ben Gvir, seorang politisi oposisi yang kontroversial, memimpin protes setelah dilarang dari area Gerbang Damaskus pada hari sebelumnya oleh Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. (Aljazeera/OL-13)

Baca Juga: Analis: Serangan Individu Palestina Kini Kalahkan Faksi Militan Bersenjata

BERITA TERKAIT