19 April 2022, 09:20 WIB

Militer Rusia Lancarkan Serangan ke Wilayah Timur Ukraina


Nur Aivanni |

MILITER Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina timur pada Senin, kata pihak berwenang di Kyiv, saat Moskow membuka fase baru invasinya setelah digagalkan dalam upaya merebut ibu kota.

Dalam beberapa pekan terakhir, operasi militer Rusia telah difokuskan kembali di wilayah timur Donbas, yang sebagian dikuasai oleh separatis pro-Moskow sejak 2014.

"Kami sekarang dapat mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia telah memulai pertempuran untuk Donbas, yang telah mereka persiapkan sejak lama," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Telegram pada Senin malam.

"Tidak peduli berapa banyak tentara Rusia yang dibawa ke sini, kami akan bertarung. Kami akan membela diri," ucapnya.

Pihak berwenang Ukraina pun telah mendesak orang-orang di Donbas untuk melarikan diri ke barat.

Kontrol Donbas akan memungkinkan Moskow untuk membuat koridor selatan ke semenanjung Krimea yang diduduki.

Baca juga: Ukraina: Lima Serangan Rudal Hantam Kota Lviv

Di selatan Donbas, Rusia melanjutkan upayanya untuk merebut Kota Mariupol, di mana pasukan Ukraina terakhir yang tersisa telah mengambil posisi terakhir.

Pada Senin (18/4), Rusia juga menggempur target di seluruh negeri, menewaskan sedikitnya tujuh orang di Kota Lviv.

Lviv sebagian besar telah terhindar dari pemboman sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari, dan kota dan sekitarnya telah menjadi tempat bagi mereka yang mencari keselamatan dari zona perang.

"Hari ini kami mengerti dengan jelas bahwa kami tidak memiliki tempat aman di Ukraina. Ini sangat berbahaya," kata seorang pegawai bank yang menyebut namanya sebagai Natalia kepada AFP setelah serangan itu.

Kementerian Pertahanan Rusia, pada Senin, mengatakan bahwa pihaknya telah mencapai 16 sasaran militer di seluruh Ukraina.

Di antara lokasi yang diserang adalah depot dekat Lviv yang menurut Moskow menyimpan senjata yang baru-baru ini dikirim ke Ukraina dari Amerika Serikat dan Eropa.

Pengiriman paket bantuan militer terbaru AS senilai $800 juta, yang mencakup helikopter, howitzer, dan pengangkut personel lapis baja, telah tiba di perbatasan Ukraina, menurut seorang pejabat Pentagon, pada Senin.

Sesaat sebelum pidato Zelensky, gubernur regional wilayah Lugansk Sergiy Gaiday juga mengumumkan awal dari serangan Rusia.

"Serangan telah dimulai, yang telah kita bicarakan selama berminggu-minggu. Ada pertempuran terus-menerus di Rubizhne dan Popasna, pertempuran di kota-kota damai lainnya," katanya di Facebook.

Penembakan oleh Rusia menewaskan sedikitnya delapan warga sipil di Ukraina timur, menurut pihak berwenang setempat.

Gaiday mengatakan empat orang tewas ketika mereka mencoba melarikan diri dari Kota Kreminna di Lugansk ketika pasukan Rusia bergerak masuk.

Pada Senin (18/4), pejabat Ukraina menghentikan evakuasi warga sipil dari kota-kota garis depan dan kota-kota di timur untuk hari kedua, yang menuduh pasukan Rusia telah memblokir dan menembaki rute jalan keluar.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mendesak Moskow untuk membuka koridor kemanusiaan dari Mariupol ke Berdyansk dan dari zona industri metalurgi Azovstal. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT