13 April 2022, 20:54 WIB

Banjir paling Mematikan di Afrika Selatan Tewaskan 253 Jiwa


Mediaindonesia.com |

BANJIR yang menghancurkan menewaskan 253 orang di kota Durban Afrika Selatan. Ini terjadi setelah lereng bukit longsor, rumah-rumah runtuh, dan lebih banyak orang dikhawatirkan hilang.

Hujan terberat dalam 60 tahun melanda kota Durban, yang dikenal sebagai eThekwini. Menurut penghitungan AFP, badai tersebut merupakan yang paling mematikan dalam catatan di Afrika Selatan.

Diminta untuk memperbarui jumlah korban tewas, Kepala Dinasi Kesehatan Provinsi KwaZulu-Natal, Nomagugu Simelane-Zulu, kepada televisi eNCA, "Sebanyak 253 di eThekwini tadi malam."

"Kekhawatiran terbesar yaitu jumlah mayat yang kami temukan," katanya. "Kamar mayat kami berada di bawah sedikit tekanan, tetapi kami mengatasinya."

Baca juga: Perubahan Iklim Dorong Hujan Ekstrem dalam Badai Afrika Tenggara

Gereja Metodis Bersatu di kota Clermont telah menjadi tumpukan puing. Empat anak dari keluarga setempat tewas ketika tembok runtuh menimpa mereka.

Rumah-rumah lain tergantung di lereng bukit, secara ajaib masih utuh setelah sebagian besar tanah di bawahnya hanyut dalam tanah longsor. Badai itu memaksa pelabuhan terpenting Afrika sub-Sahara itu untuk menghentikan operasinya, karena jalan akses utama mengalami kerusakan parah.

Kontainer pengiriman terlempar, tersapu ke gunungan logam. "Kami melihat tragedi seperti itu melanda negara lain seperti Mozambik, Zimbabwe, tetapi sekarang kami yang terkena dampak," kata Presiden Cyril Ramaphosa saat bertemu dengan keluarga yang berduka di dekat reruntuhan gereja.

Baca juga: Banjir di Afrika Selatan, 59 Orang Tewas

Tetangga Afrika Selatan menderita bencana alam seperti badai tropis hampir setiap tahun. Namun negara paling maju di Afrika itu sebagian besar terlindung dari badai yang terbentuk di atas Samudra Hindia. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT