13 April 2022, 11:24 WIB

Vladimir Putin : Tanpa Ragu, Rusia akan Tundukkan Ukraina


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin memiliki kepercayaan diri tinggi terhadap para serdadunya yang dianggap akan berhasil menguasai Ukraina.

Dirinya juga mengaku tidak terganggu oleh gelombang sanksi dari negara-negara yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Berbicara di hadapan media massa sejak menabuh genderang perang di Ukraina, Putin mengatakan kondisi di Ukraina menggambarkan sebuah tragedi.

Namun, Rusia tidak punya pilihan selain melawan, katanya, dalam rangka melindungi ras Rusia dan mencegah Ukraina menjadi pangkalan militer bagi musuh Moskow.

“Tugas kami adalah memenuhi dan mencapai semua tujuan yang ditetapkan dan meminimalkan kerugian. Dan kami akan bertindak berirama, tenang, sesuai dengan rencana yang semula diusulkan oleh Staf Umum,” kata Putin.

Baca juga: Ukraina Tangkap Konglomerat Pro Rusia

Enam puluh satu tahun sejak Yuri Gagarin dari Uni Soviet menjadi manusia pertama di luar angkasa, Putin diperlihatkan oleh televisi pemerintah melakukan kunjungan ke Kosmodrom Vostochny 3.450 mil (5.550 km) timur Moskow.

Putin menjawab dengan nada tinggi dan percaya diri menyatakan mampu menaklukan Ukraina, usai ditanya pekerja badan antariksa Rusia mengenai persentase keberhasilan dari operasi militernya.

"Tentu saja. Saya tidak memiliki keraguan sama sekali. Tujuannya sangat jelas dan mulia. Tidak ada keraguan bahwa tujuan akan tercapai." “Blitzkrieg yang diandalkan musuh kita tidak berhasil,” kata Putin.

Putin mengatakan Ukraina dan Rusia merupakan satu rumpun budaya serta memiliki tali persaudaraan yang erat. Namun keduanya harus berperang karena dibenturkan oleh Amerika Serikat.

Ia juga menolak pasukannya tersudut di banyak titik terkhusus Kyiv. “Tindakan kami di wilayah tertentu di Ukraina hanya terkait dengan menahan pasukan [musuh], menghancurkan infrastruktur militer, menciptakan kondisi untuk operasi yang lebih aktif di Donbas,” kata Putin.

Putin menegaskan Ukraina banyak menciptakan informasi palsu yang dipercaya dunia. Salah satunya penemuan sejumlah mayat warga sipil di Bucha.

Menurut Putin, Rusia menganggap sanksi sebagai gonggong anjing yang tidak pelru dikhawatirkan. Nyatanya, kehidupan ekonomi Rusia berjalan seperti sebelum sanksi bahkan misi luar angkasa seluruhnya berhasil.

“Itu seperti dulu, sanksinya total juta diisolasi tetapi kala itu Uni Soviet masih menjadi negara pertama di luar angkasa,” kata Putin.

“Kami tidak bermaksud menginginkan untuk diisolasi. Tapi, tidak mungkin bisa mengisolasi siapa pun di dunia saat ini apalagi terhadap negara yang luas seperti Rusia.”

Perundingan damai

Putin mengaku heran dengan inkonsistensi Ukraina terhadap poin-poin utama agenda perundingan. Tapi dampaknya akan dirasakan Ukraina karen Rusia sudah banyak memberikan penawaran menarik.

"Ketidakkonsistenan pada poin-poin fundamental seperti itu memang menciptakan kesulitan untuk mencapai kesepakatan final,” katanya.

Penaklukan Ukraina, kata Putin tidak akan mundur atau dihentikan. "Operasi militer akan berlanjut sampai targetnya tercapai sepenuhnya.”

Kemudian, pihak Kyiv mengatakan kelanjutan perundingan damai dengan Rusia menghadapi jalan terjal.

"Pihak Rusia menganut taktik tradisional tekanan publik pada proses negosiasi, termasuk melalui pernyataan publik tertentu,” kata penasihat presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak dalam komentar tertulis. (Aljazeera/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT