13 April 2022, 09:12 WIB

Banjir di Afrika Selatan, 59 Orang Tewas


Nur Aivanni |

KORBAN tewas akibat banjir dan tanah longsor setelah hujan badai melanda kota pelabuhan Durban di Afrika Selatan dan daerah sekitarnya di provinsi KwaZulu-Natal meningkat menjadi 59 orang.

"Banyak orang kehilangan nyawa mereka dengan Ethekwini (metro Durban) saja melaporkan 45, sementara di distrik iLembe lebih dari 14 orang tewas secara tragis," kata pemerintah provinsi dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah provinsi mengatakan bencana itu menimbulkan malapetaka yang tak terhitung dan menyebabkan kerusakan besar pada kehidupan dan infrastruktur yang mempengaruhi semua ras dan kelas dari daerah pedesaan, kota kecil hingga perkebunan mewah.

"Ini adalah korban yang tragis dari kekuatan alam dan situasi ini membutuhkan tanggapan yang efektif dari pemerintah," kata Presiden Cyril Ramaphosa yang akan mengunjungi Durban pada Rabu.

Hujan deras berhari-hari membanjiri beberapa daerah, menghancurkan rumah-rumah dan merusak infrastruktur di seluruh kota tenggara, sementara tanah longsor memaksa layanan kereta api dihentikan.

Hujan telah membanjiri jalan raya kota ke kedalaman yang sedemikian rupa sehingga hanya bagian atas lampu lalu lintas yang terlihat.

Baca juga: Sedikitnya 45 Tewas dalam Banjir Tanah Longsor di Afrika Selatan

Departemen penanggulangan bencana di provinsi KwaZulu-Natal, di mana Durban adalah kota terbesarnya, mendesak warga untuk tinggal di rumah dan memerintahkan mereka yang tinggal di daerah dataran rendah untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Perdana Menteri Provinsi Sihle Zikalala mengatakan lebih dari 2.000 rumah dan 4.000 rumah "tidak resmi" atau gubuk rusak.

Operasi penyelamatan yang dibantu oleh militer, mengevakuasi orang-orang yang terperangkap di daerah terdampak.

Otoritas pendidikan mengatakan 52 siswa sekolah menengah dan guru yang terdampar di sekolah menengah Durban, berhasil dibawa ke tempat yang aman.

Lebih dari 140 sekolah terkena dampak banjir. Pembangkit listrik pun kebanjiran dan pasokan air terganggu.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT