13 April 2022, 06:01 WIB

Didenda karena Gelar Pesta Saat Lockdown Covid-19, PM Inggris Minta Maaf


Basuki Eka Purnama |

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson, Selasa (12/4), meminta maaf setelah didenda karena melanggar aturan lockdown covid-19 dengan menggelar pesta dalam apa yang disebut skandal Partygate. Namun, dia tampaknya akan menolak desakan untuk mengundurkan diri.

Menteri Keuangan Rishi Sunak dan istri Johnson, Carrie, juga didenda setelah terungkap adanya pesta di Downing Street saat warga Inggris dilarang saling bertemu karena pandemi covid-19.

"Saya dengan tegas mengatakan saya telah membayar denda dan kembali meminta maaf," ujar Johnson dalam pernyatan yang disiarkan televisi.

Baca juga: Johnson Tinjau Kiev Didampingi Zelensky

Kantor perdana menteri Inggris mengatakan denda itu dijatuhkan kepada Johnson karena menghadiri pesta kejutan untuk ulang tahunnya pada 19 Juni 2020 di Ruang Kbainet Nomor 10.

Johnson berkilah pesta itu hanya berlangsung selama 10 menit dan membantah dia membantah bahwa dirinya berbohong ketika mengatakan tidak menyadari telah melanggar hukum.

"Sejujurnya, kala itu, saya sama sekali tidak berpikir bahwa apa yang terjadi melanggar hukum," ujar Johnson.

"Namun, polisi memutuskan hal berbeda dan saya menghormati keputusan mereka," lanjutnya.

Pemimpin partai oposisi, Partai Buruh, Kei Starmer, dengan segera menuntut agar Johnson dan Sunak mengundurkan diri.

"Boris Johnson dan Rishi Sunak telah melanggar hukum dan beurlang kali berbohong kepada warga Inggris," cicit Starmer.

"Keduanya harus mundur. Partai Konservatif tidak layak memimpin dan warga Inggris berhak mendapatkan yang lebih baik," lanjutnya.

Namun Johnson menolak mengundurkan diri dan menegaskan bertekad menyelesaikan mandat yang diterimanya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT