11 April 2022, 22:15 WIB

Perusahaan Jared Kushner Peroleh Dana berkat Pangeran Mahkota Saudi


Mediaindonesia.com |

ENAM bulan setelah meninggalkan pemerintahan Trump, Jared Kushner mendapatkan investasi US$2 miliar dari dana investasi khusus milik (sovereign wealth fund) kerajaan Arab Saudi. Ini disarankan oleh putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman, menurut New York Times, meskipun ada keberatan dari pengelola dana tentang potensi manfaat dari kesepakatan itu.

Dokumen yang sebelumnya tidak diungkapkan menunjukkan panel yang menyaring investasi untuk Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) senilai US$620 miliar menyatakan kekhawatiran tentang kesepakatan yang diusulkan dengan Kushner's Affinity Partners, perusahaan ekuitas swasta yang baru dibentuk, tulis New York Times pada Minggu (10/4) sebagaimana dilansir Middle East Eye.

Keberatan yang dikemukakan oleh panel antara lain kurangnya pengalaman pengelolaan dana; biaya pengelolaan aset yang diusulkan yang tampak berlebihan; dan risiko hubungan masyarakat yang timbul dari peran Kushner sebelumnya sebagai penasihat senior ayah mertuanya, mantan Presiden AS Donald Trump. Demikian menurut notulen rapat panel pada Juni.

Terlepas dari keberatan itu, dewan penuh PIF--dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sekutu dekat dan penerima dukungan Kushner ketika dia bekerja di Gedung Putih--menolak keberatan panel itu. Pakar etika mengatakan kepada NYT bahwa kesepakatan itu muncul sebagai imbalan potensial untuk dukungan Kushner sebelumnya terhadap MBS atau sebagai upaya untuk mengamankan dukungan di masa depan jika Trump menjadi presiden lagi. 

Baca juga: Amnesty International Tolak Impunitas bagi 26 Pembunuh Khashoggi

Studio jurnalisme Project Brazen melaporkan pada Oktober bahwa Kushner akan menerima lebih dari US$2 miliar dari Arab Saudi untuk perusahaan ekuitas swastanya. Sumbernya mengatakan kepada wartawan bahwa Kushner telah memperdebatkan cara membatasi dampak dari kerajaan Saudi menjadi investor utama di perusahaan.

Kematian Khashoggi

Kushner ialah pembela utama putra mahkota di dalam Gedung Putih setelah pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh oleh agen Saudi di dalam konsulat kerajaan di Istanbul pada 2018. Badan-badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa pembunuhan Khashoggi, mantan kolumnis Middle East Eye dan Washington Post, diperintahkan oleh putra mahkota, tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Saudi.

Selama di Gedung Putih, Kushner membantu merundingkan serangkaian perjanjian normalisasi antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko. Langkah itu dilakukan setelah MBS mengisyaratkan bahwa dia mendukung hubungan yang lebih erat antara Israel dan negara-negara Arab lain.

Baca juga: Saudi Eksekusi 100 Orang sejak Awal Tahun Ini

Dalam kolom yang diterbitkan Wall Street Journal pada Maret tahun lalu, Kushner menulis bahwa normalisasi antara Arab Saudi dan Israel sudah di depan mata. Ia menyatakan bahwa, "Kita menyaksikan sisa-sisa terakhir dari yang dikenal sebagai konflik Arab-Israel." 

Meresahkan

Salah satu anggota panel yang menentang kesepakatan Kushner meminta sebelum pertemuan Juni 2021 untuk alasan kuat dalam menginvestasikan ke perusahaan Kushner. "Mengapa manfaat strategis sepadan dengan risikonya?" tanya anggota itu.

Tanggapan, yang tampaknya disiapkan oleh staf PFI, mengatakan bahwa kantor baru perusahaan Kushner di Riyadh, yang telah setuju untuk didirikan berdasarkan kesepakatan, akan membantu Saudi memanfaatkan kemampuan pemahaman mendalam para pendiri Affinity tentang berbagai kebijakan pemerintah dan sistem geopolitik.

Baca juga: Iran Pertanyakan Keinginan Amerika Serikat Capai Kesepakatan Nuklir

Robert Weissman, presiden kelompok nirlaba Public Citizen, mengatakan kepada NYT bahwa hubungan Kushner dengan Arab Saudi sangat meresahkan. Alasannya, posisinya sebagai penasihat senior kepemimpinan kerajaan membuat kemitraan bisnis tampak semakin menjadi-jadi, baik berupa hadiah maupun investasi, bagi Kushner. (OL-14)

BERITA TERKAIT