10 April 2022, 17:15 WIB

Militer Rusia Bidik Ukraina Timur, Warga Sipil Melarikan Diri


Nur Aivanni |

UKRAINA tengah mempersiapkan pertempuran besar melawan pasukan Rusia di wilayah timur. Di lain sisi, ribuan warga sipil melarikan diri karena takut pada serangan militer Rusia.

Evakuasi dilanjutkan dari wilayah Kramatorsk, di mana serangan rudal menewaskan 52 orang di sebuah stasiun kereta api. Insiden itu terjadi ketika Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengunjungi wilayah Kiev.

Johnson menawarkan Ukraina kendaraan lapis baja dan rudal anti-kapal. Tawarannya datang setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa pihaknya bersiap untuk serangan gencar Rusia.

Baca juga: Cari Suaka, Warga Ukraina Tiba di Perbatasan AS-Meksiko

"Sayangnya, secara paralel kita melihat persiapan untuk pertempuran penting. Beberapa orang mengatakan yang menentukan itu di wilayah timur," ujarnya dalam konferensi pers.

Penasihat Zelensky Mykhaylo Podolyak mengatakan Ukraina harus mengalahkan Rusia di wilayah Donbas. Adapun Moskow mengendalikan dua wilayah separatis, yakni sebelum pertemuan antara pemimpin Ukraina dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Ukraina siap untuk pertempuran besar. Ukraina harus memenangkannya, termasuk di Donbas. Begitu terjadi, Ukraina akan memiliki posisi negosiasi yang lebih kuat," katanya di televisi nasional.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi untuk Dua Putri Vladimir Putin

Enam minggu setelah invasi, Rusia telah mengalihkan fokusnya ke wilayah timur dan selatan Ukraina. Tepatnya, setelah perlawanan keras menggagalkan rencana untuk merebut Kiev dengan cepat.

Dengan ribuan orang tewas dalam pertempuran dan lebih dari 11 juta orang melarikan diri dari rumah mereka, Presiden Ukraina meminta Barat untuk mengikuti langkah Inggris terkait bantuan militer.

"Kami membutuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia. Kami membutuhkan lebih banyak senjata untuk negara kami," tegas Zelensky.(AFP/OL-11)
 

BERITA TERKAIT