08 April 2022, 21:37 WIB

77% Evangelis Percaya Iran Gunakan Nuklir untuk Hapus Israel


Mediaindonesia.com |

LEBIH dari tiga perempat (77%) orang Kristen Injili (Evangelis) percaya bahwa jika rezim Iran mampu membuat senjata nuklir, para pemimpinnya akan menggunakannya untuk mewujudkan ancaman berulang-ulang untuk menghapus Israel dari peta dan Holocaust kedua. Ini menurut survei baru yang diterbitkan oleh Joshua Fund seperti dilansir The Jerusalem Post, Rabu (6/4).

Jajak pendapat dilakukan oleh McLaughlin & Associates antara 17 dan 22 Maret dan mengajukan pertanyaan kepada 1.000 orang dewasa Amerika. Joshua Fund ialah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Joel dan Lynn Rosenberg untuk memobilisasi orang Kristen memberkati Israel.

Secara umum, dua dari tiga orang Amerika (67,6%) mengatakan mereka percaya bahwa Iran akan menggunakan senjata nuklir untuk melawan Israel. Hanya 12,5% yang mengatakan bahwa mereka tidak percaya bahwa nuklir Iran merupakan ancaman bagi negara Yahudi. Hampir 20% orang Amerika mengatakan mereka tidak tahu.

Ketika dirinci berdasarkan agama, hampir setengah (49,7%) ateis mengatakan mereka percaya Iran ingin menghancurkan Israel dengan senjata nuklir, 59,3% agnostik, 40% Amerika sekuler yang mengidentifikasi diri sendiri, 80% Yahudi, 71,2% Katolik dan 74,9% Protestan, dibandingkan dengan 77,1% Evangelikal. 

Baca juga: PM Israel Berikan Pasukan Keamanan Kebebasan Bertindak Melawan Teror

Survei tersebut juga menanyakan perasaan responden tentang kesepakatan nuklir Iran secara umum. Pertanyaannya, "Apakah Anda percaya bahwa kesepakatan nuklir baru yang dirundingkan oleh masyarakat internasional dengan para pemimpin Iran akan membuat dunia lebih aman atau lebih berbahaya?"

Mayoritas Protestan dan Evangelis serta hampir setengah dari semua orang Amerika mengatakan bahwa kesepakatan itu akan membuat dunia lebih berbahaya dengan mencabut sanksi ekonomi, memberikan pendapatan minyak yang sangat besar kepada pemerintah Iran, serta mempermudah Iran untuk mendanai dan menyembunyikan upayanya untuk membangun senjata nuklir. Kurang dari sepertiga (31,3%) responden mengatakan mereka yakin kesepakatan itu akan membuat dunia lebih aman dengan mencegah Iran membangun senjata nuklir. 

Ketika dipecah berdasarkan agama, hasilnya yaitu 24,2% ateis percaya kesepakatan itu akan membuat dunia lebih berbahaya, 47,8% agnostik, 12,1% orang Amerika sekuler yang mengidentifikasi diri, 41,3% Yahudi, 48,7% Katolik, 51,9% Protestan dan 55,3% orang Kristen Injili.

Jika dicermati menurut afiliasi politik, ada kesenjangan besar antara Partai Republik dan Demokrat. Sekitar 67,6% Partai Republik versus 28,2% Demokrat percaya kesepakatan Iran berbahaya. Demikian pula, 65,9% orang yang memilih Trump pada 2020 mengatakan kesepakatan itu berbahaya dibandingkan dengan 30,5% orang Amerika yang memilih Biden.

Baca juga: Iran Tegaskan Produksi Minyak kembali ke Tingkat sebelum Sanksi

Joel Rosenberg, yang juga editor All Israel News dan pertama kali menerbitkan hasil survei, mengatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengukur kepercayaan warga Amerika terhadap upaya diplomatik AS dan internasional untuk mencegah rezim Iran membangun senjata nuklir. Ini juga untuk, "Mengukur yang menurut orang Amerika akan dilakukan rezim Iran dengan senjata nuklir." (OL-14)

BERITA TERKAIT