08 April 2022, 15:14 WIB

Polisi Israel Bunuh Pria Bersenjata yang Tembak Mati Dua Orang


Mediaindonesia.com |

POLISI  Israel mengatakan pada Jumat (8/4) bahwa mereka menembak mati seorang pria bersenjata Palestina yang membunuh dua orang dan melukai beberapa orang lain di Tel Aviv yang memicu perburuan semalam. Ini mrupakan yang terbaru dalam gelombang kekerasan di sana.

"Kami berhasil pagi ini dalam melenyapkan teroris dengan baku tembak," kata komisaris polisi Yaakov Shabtai dalam suatu pernyataan. Penyerang menembak orang yang bersuka ria di suatu bar di Jalan Dizengoff yang sibuk di kota pesisir Tel Aviv tepat setelah pukul 21.00 waktu setempat, Kamis (7/4), memicu kekacauan ketika orang-orang melarikan diri dengan panik.

Gerakan Islam Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, dan Jihad Islam, memuji serangan itu. Badan keamanan Israel Shin Bet menyebut penyerang itu sebagai Raad Hazem, 28, dari Jenin di utara Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pasukan khusus menemukan penyerang bersembunyi di dekat masjid di Jaffa mengacu pada kawasan bersejarah Arab di Tel Aviv, menurut Shin Bet. Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memuji pasukan keamanan atas tanggapan mereka.

 

"Kami menjaga kewaspadaan maksimum di Tel Aviv dan seluruh negeri karena takut insiden lebih lanjut atau serangan tiruan," kata Bennett. "Perang kita melawan terorisme pembunuh itu panjang dan sulit. Kita akan menang."

Saksi penembakan

Layanan darurat medis Magen David Adom mengatakan 16 orang telah dibawa ke rumah sakit, termasuk dua tewas, empat luka parah. Rumah Sakit Ichilov Tel Aviv, yang merawat delapan orang yang terluka dalam penembakan itu, mengatakan Jumat pagi bahwa salah satu korban dalam kondisi kritis dengan risiko langsung terhadap hidupnya.

Segera setelah serangan itu, polisi menutup jalan dan memerintahkan transportasi umum ditutup saat mereka memburu tersangka, dengan lebih dari 1.000 petugas dan tentara Israel dikerahkan. Pasukan bersenjata berat berkeliaran di jalan-jalan yang dipenuhi bar koktail dan butik mode, karena jalan kota yang biasanya ramai dikosongkan.

Noa Roberts, 21, yang bekerja di satu bar di seberang jalan dari serangan itu, mengatakan dia mendengar lusinan peluru ketika pelanggan dan staf yang ketakutan berlarian ke tempat perlindungan. "Kami semua berlari di belakang. Itu sangat menakutkan," kata Roberts. "Anda mendengar penembakan nyata. Itu seperti mimpi buruk."

Dia mengatakan 50 orang meringkuk selama dua jam sampai polisi memberi tahu mereka bahwa mereka bisa pergi. "Bos saya punya senjata dan dia bergabung dengan polisi untuk membantu mereka," tambahnya.

 
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengutuk serangan teroris dan mengatakan Washington berdiri bersama Israel, "Dalam menghadapi terorisme dan kekerasan yang tidak masuk akal."

Perlawanan Palestina

Pada Kamis malam, Jihad Islam menyambut serangan itu sebagai respons alami terhadap kejahatan Israel, termasuk serangan baru-baru ini di Kota Jenin di Tepi Barat, tempat asal penyerang. Salah satu pemimpinnya, Yussef al-Hasainah, mengatakan, "Ini menegaskan bahwa perlawanan dapat menembus sistem keamanan dan perlawanan akan terus berlanjut dan itu pilihan terbaik untuk menghalangi musuh yang sombong."

Kelompok Islamis militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza juga memuji serangan itu. "Hamas mengucapkan selamat atas operasi heroik di tengah yang disebut Tel Aviv, yang menyebabkan pembunuhan sejumlah tentara pendudukan dan pemukim Zionis," katanya dalam suatu pernyataan.

Itu menjadi serangan fatal keempat di kota-kota Israel dalam dua minggu, dengan 13 korban tewas dalam kekerasan tersebut. Pada 29 Maret, seorang pria bersenjata Palestina--juga dari daerah Jenin, seperti Raad Hazem yang terbunuh pada Jumat--melepaskan tembakan dengan senapan serbu M-16 di Bnei Brak, kota ultraortodoks Yahudi di dekat Tel Aviv.

Dia membunuh dua pria Ukraina dan dua warga sipil Israel. Seorang perwira Arab-Israel meninggal karena luka yang diderita dalam baku tembak berikutnya yang juga menewaskan penyerang. Menanggapi serangan itu, pasukan Israel menyerbu Tepi Barat utara, menewaskan tiga pejuang Jihad Islam dalam baku tembak.

Pada 22 Maret, seorang simpatisan kelompok ISIS yang pernah dihukum membunuh empat warga Israel dalam aksi penusukan dan tabrakan mobil di kota selatan Beersheba. Polisi israel membunuh penyerang, seorang warga Badui Israel.

 
Serangan Tel Aviv juga datang terhadap polisi Israel yang bersiaga untuk salat Jumat pertama di bulan suci Ramadan di Masjid Al-Aqsa di Jerusalem timur yang dicaplok. Situs tersuci ketiga dalam Islam itu merupakan titik api dalam konflik Timur Tengah yang berlangsung lama dan sering terjadi bentrokan. Tahun lalu, demonstrasi malam di Jerusalem dan kompleks Al-Aqsa meningkat menjadi 11 hari perang antara Israel dan Hamas. (AFP/OL-14)
BERITA TERKAIT