07 April 2022, 14:49 WIB

Pertemuan dengan NATO, Ukraina Desak Pasok Persenjataan 


Nur Aivanni |

MENTERI Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba, pada Kamis (7/4), meminta anggota NATO untuk memasok Kyiv dengan semua persenjataan yang dibutuhkan untuk melawan Rusia.

"Agenda saya sangat sederhana. Hanya ada tiga hal di dalamnya. Senjata, senjata, dan senjata," kata Kuleba kepada wartawan menjelang pertemuan dengan para menteri luar negeri NATO di Brussels.

"Saya meminta semua sekutu untuk menyingkirkan keraguan mereka, keengganan mereka, untuk menyediakan semua yang dibutuhkan Ukraina," katanya.

Ukraina mendorong Barat untuk meningkatkan pasokan senjatanya dengan persenjataan yang lebih berat, termasuk sistem pertahanan udara, artileri, tank dan jet, saat Moskow memfokuskan kembali serangannya di timur negara itu.

Kuleba mengatakan Jerman bisa berbuat lebih banyak saat dia mengkritik sekutu yang tetap enggan mengirim apa yang disebut senjata "ofensif".

Baca juga: Presiden Ukraina Perintahkan Penghentian Perdagangan dengan Rusia

"Perbedaan antara defensif dan ofensif ini tidak masuk akal jika menyangkut situasi di negara saya," kata Kuleba.

"Negara-negara yang mengatakan kami akan memberi Ukraina senjata pertahanan, tetapi kami tidak dalam posisi untuk memberi mereka senjata ofensif - mereka munafik, ini hanyalah pendekatan yang tidak adil dan tidak dapat dibenarkan," terangnya.

Kepala NATO Jens Stoltenberg mengatakan dia yakin bahwa sekutu akan mengatasi kebutuhan akan lebih banyak sistem pertahanan udara, senjata anti-tank, senjata yang lebih ringan, tetapi juga lebih berat dan berbagai jenis dukungan untuk Ukraina. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT