05 April 2022, 21:28 WIB

UEA Vonis Hukuman Mati Wanita Israel karena Punya Narkoba


Mediaindonesia.com |

UNI Emirat Arab (UEA) menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang wanita Israel karena kepemilikan narkoba. Pengacaranya, Selasa (5/4), menambahkan bahwa dia akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Fidaa Kiwan, seorang fotografer Arab Israel berusia 43 tahun dari kota pelabuhan utara Haifa, ditangkap setelah setengah kilogram kokain ditemukan di rumahnya di Dubai tahun lalu. Keluarganya mengatakan obat-obatan itu bukan miliknya. 

Saudara laki-lakinya memberi tahu penyiar publik Israel Kan bahwa dia dipukuli untuk mengaku hal itu. Pengacara Kiwan Israel Tami Ullmann mengatakan tim akan mengajukan banding dalam 30 hari mendatang.

Baca juga: Syiah Mulai Ramadan pada Minggu, Mayoritas Suni di Sabtu

"Di luar itu, kami bekerja dengan semua pihak berwenang, di Israel dan dunia, untuk membantunya," kata Ullmann kepada AFP. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pihaknya terlibat dalam kasus melalui departemen Israel di luar negeri di divisi konsuler dan perwakilan Israel di Uni Emirat Arab.

Seorang teman Kiwan mengatakan kepada AFP bahwa dia telah tinggal di kota Ramallah, Tepi Barat, sebelum Dubai. "Dia orang baik dan tidak pantas menerima ini," kata teman yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Ia berharap Israel akan bersatu untuk membantunya. Ini seperti yang terjadi ketika seorang wanita Yahudi AS-Israel dihukum di Rusia pada 2019 karena kepemilikan narkoba.

Baca juga: Israel Tahan Lebih dari 9.000 Anak Palestina sejak 2015

Naama Issachar dibebaskan setelah keterlibatan PM Israel saat itu Benjamin Netanyahu. Ketika Issachar dipenjara, "Israel--bukan hanya pemerintah, tetapi juga publik--melakukan segalanya sampai mereka akhirnya membebaskannya," kata teman itu. "Mari kita lihat apa yang akan mereka lakukan untuk Fidaa dan apa yang bisa dilakukan anggota Knesset Arab (parlemen)." 

Israel dan UEA mencapai kesepakatan normalisasi pada 2020 sebagai bagian dari serangkaian perjanjian yang ditengahi AS yang dikenal sebagai Kesepakatan Abraham. Perdagangan antara kedua negara tahun lalu berjumlah sekitar US$900 juta, menurut angka Israel. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT