05 April 2022, 16:59 WIB

Pendeta Kongo Chirhuza Zagabe Puji Manfaat Poligami


Mediaindonesia.com | Internasional

SETIAP Minggu, pendeta gereja Kongo Chirhuza Zagabe menjelaskan dan memuji manfaat poligami di Gereja Primitif Tuhan (Lord's Primitive Church). Gereja itu didirikan pada tahun 1983 dan merupakan salah satu dari banyak sekte agama Kongo.

Beberapa lusin umatnya dengan penuh semangat mendengarkan khotbahnya di Bukavu, ibu kota Provinsi Kivu Selatan. Wanita berada di satu sisi lorong tengah dan pria di sisi lain.

Khotbah Zagabe mengeklaim bahwa kisah manusia dimulai dengan satu pria dan beberapa wanita. "Alih-alih hidup dalam perzinahan dan pesta pora, Tuhan mengizinkan pria untuk memiliki beberapa istri," katanya kepada AFP. Tiga dari istri pendeta tinggal bersamanya di Bukavu dan yang keempat di Bujumbura, negara tetangga Burundi. 

Namun orang Kristen lain menantang interpretasi Zagabe tentang akar poligami yang ditetapkan secara ilahi. "Poligami merupakan institusi manusia yang jauh ke belakang dalam budaya tradisional Afrika dan Kongo. Ini bukan institusi ilahi," kata Raymond Kongolo, seorang imam Katolik di Bukavu.

Baca juga: Kongo Larang Poligami, Pendeta Beristri Tiga Ingin Punya Tujuh

Konstitusi dan kode keluarga DR Kongo telah dengan jelas menyatakan sejak 1987 bahwa poligami tergolong pelanggaran, menurut Joseph Yav, seorang pengacara dan profesor hukum di kota selatan Lubumbashi. "Pernikahan di DR Kongo bersifat monogami," tegasnya. Namun poligami hadir dan dipraktikkan dalam tradisi Kongo, meskipun ada larangan resmi secara hukum. (OL-14)

BERITA TERKAIT