05 April 2022, 09:57 WIB

Silang Pendapat Zelenskiy dan Biden soal Tuduhan Genosida di Bucha


Cahya Mulyana |

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbeda pendapat mengenai temuan 300 mayat di Bucha, dekat Kyiv. Biden tidak sepakat dengan Zelenskiy yang menilai temuan itu merupakan bukti genosida pasukan Rusia.

Beberapa warga sipil dimakamkan di kuburan massal, yang lain ditemukan tewas di jalan dengan tangan diikat ke belakang.

"Ini adalah kejahatan perang, dan mereka akan diakui oleh dunia sebagai genosida. Anda di sini hari ini dan dapat melihat apa yang terjadi. Kami tahu ribuan orang terbunuh dan disiksa, dengan anggota badan yang terputus, wanita yang diperkosa, anak-anak yang dibunuh. Saya pikir itu lebih dari -- ini adalah genosida," kata Zelenskiy.

Baca juga: AS-Inggris akan Minta Rusia Ditangguhkan dari Dewan HAM PBB

Namun AS telah berhenti menggunakan istilah genosida karena definisi hukumnya yang berat dan banyak syarat-syaratnya. Biden mengatakan temuan di Bucha sebatas kejahatan perang.

"Bukan (genosida), saya pikir itu adalah kejahatan perang," ucap Biden.

Dia menyerukan lagi untuk penyelidikan lebih mendalam untuk proses penegakan sanksinya. Termasuk untuk menyeret dalangnya, Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kami harus terus memberikan Ukraina senjata yang mereka butuhkan untuk melanjutkan pertempuran, dan kami harus mengumpulkan bukti untuk membawa kasus di Bucha ke pengadilan kejahatan perang," kata Biden.

"Orang ini (Putin) brutal dan apa yang terjadi dengan Bucha keterlaluan, dan semua orang melihatnya," tambahnya.

Biden mengaku akan meminta sanksi baru untuk Rusia. Namun belum dijelaskan kategori masuk sanksi ekonomi atau politik.

Selain di Bucha terdapat kejadian serupa di kota-kota lain di luar Kyiv. "Laporan yang dapat dipercaya tentang penyiksaan, pemerkosaan, dan warga sipil yang dieksekusi bersama keluarga mereka," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Namun Kremlin menuduh temuan di Bucha hasil karya dan rekayasa Ukraina untuk menyudutkan pihaknya.

Sementara Sullivan mengatakan genosida ialah upaya untuk menghancurkan, seluruhnya atau sebagian, kelompok nasional, etnis, ras, atau agama.

"Tingkat kekejaman Rusia, pembunuhan, aktivitas yang disengaja yang naik dapat memperkaya pemaknaan genosida," kata Sullivan.(ABCNEWS/Cash/OL-09)

BERITA TERKAIT