02 April 2022, 12:39 WIB

Bus Pengangkut Pengungsi Mariupol Tiba di Zaporizhzhia


Nur Aivanni Bus Pengangkut Pengungsi Mari |

PULUHAN bus yang penuh sesak dengan pengungsi yang kelelahan dari Mariupol dan kota-kota lain yang diduduki Rusia di Ukraina tenggara tiba di Zaporizhzhia pada Jumat (1/4).

Para penumpang tersebut termasuk orang-orang yang berhasil melarikan diri dari Mariupol yang terkepung, serta penduduk Berdiansk dan Melitopol di dekatnya.

Saat bus memasuki pusat perbelanjaan di pinggiran Zaporizhzhia lebih dari 200 kilometer (120 mil) barat laut, beberapa pengungsi menangis lega karena bisa kembali ke wilayah yang dikuasai Ukraina.

"Kami menangis ketika kami mencapai daerah ini. Kami menangis ketika kami melihat tentara di pos pemeriksaan dengan lambang Ukraina di lengan mereka," kata Olena, yang menggendong putrinya yang masih kecil.

"Rumah saya hancur. Saya melihatnya di foto. Kota kami sudah tidak ada lagi," katanya.

Baca juga: Desak Gencatan Senjata, Pejabat PBB akan Kunjungi Moskow 

Mariupol telah mengalami kehancuran yang hampir total sejak invasi Rusia ke Ukraina, yang membuat penduduk berada dalam kondisi tanpa makanan hingga air saat mereka mengalami pemboman berat.

Pada Jumat (1/4), Komite Internasional Palang Merah mengatakan konvoi penyelamatannya terpaksa kembali setelah kondisi tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Dikatakannya, pihaknya akan mencoba lagi upaya evakuasi pada Sabtu.

Dalam pidato video yang diunggah di Telegram, Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk mengonfirmasi pada Jumat bahwa 42 bus dari Berdiansk telah berhasil membawa warga ke tempat yang aman, termasuk penduduk Mariupol. 771 warga Mariupol lainnya, tambahnya, telah menemukan transportasi mereka sendiri ke Zaporizhzhia.

Kemudian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan mereka telah berhasil menyelamatkan 6.266 orang, termasuk 3.071 orang dari Mariupol. Namun, tidak segera jelas apakah dia berbicara tentang orang-orang yang berada di dalam bus itu.

Beberapa pengungsi dari Mariupol mengatakan kepada AFP bahwa mereka harus berjalan sejauh 15 kilometer atau lebih untuk keluar dari kota, sebelum menemukan kendaraan pribadi untuk melanjutkan perjalanan.

Begitu mereka mencapai Berdiansk yang diduduki Rusia, beberapa dari mereka terdampar selama dua minggu lagi setelah beberapa kali gagal untuk pergi.

Perjalanan mereka berakhir dengan perjalanan bus selama 12 jam yang melewati serangkaian pos pemeriksaan sebelum tiba di Zaporizhzhia. Sebelum perang, perjalanan tersebut hanya akan memakan waktu tiga jam.

Tanpa kamar mandi di dalamnya, beberapa orang mengompol, sementara penumpang lain sangat membutuhkan obat-obatan, seperti insulin. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT