31 March 2022, 21:42 WIB

Iran Kecam Sanksi Baru AS sebagai Tanda Niat Buruk


Mediaindonesia.com |

IRAN pada Kamis (31/3) mengkritik Amerika Serikat karena menjatuhkan sanksi baru terhadap republik Islam itu. Negara itu mengatakan kejadian tersebut menunjukkan bahwa Amerika menyimpan niat buruk terhadap rakyatnya.

Departemen Keuangan AS pada Rabu (30/3) mengumumkan langkah-langkah yang menargetkan beberapa entitas yang dituduh terlibat dalam pengadaan pasokan untuk program rudal balistik Iran. "Langkah ini merupakan tanda lain dari niat buruk pemerintah AS terhadap rakyat Iran," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam suatu pernyataan.

Langkah itu membuktikan, "Pemerintah AS saat ini, bertentangan dengan klaimnya, menggunakan setiap kesempatan untuk membuat tuduhan tak berdasar dan menekan rakyat Iran," tambahnya. Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sementara itu mengatakan kehebatan rudal Iran dan pengaruh regional merupakan garis merah, menurut pernyataan yang diposting di situs webnya.

Baca juga: AS, Israel, Empat Negara Arab Bersatu untuk Intimidasi Iran

"IRGC akan menghadapi kesalahan sekecil apa pun dari musuh melawan Tanah Air Islam di mana saja dengan jawaban yang tegas dan destruktif," tambahnya.

Amerika Serikat mengatakan sanksi baru menargetkan warga negara Iran Mohammad Ali Hosseini dan jaringan perusahaan sebagai pemasok program balistik. Langkah tersebut menyusul serangan rudal Iran di Arbil, Irak, pada 13 Maret, serangan oleh pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran terhadap fasilitas minyak Saudi, dan serangan baru-baru ini lainnya di Arab Saudi dan UEA.

Iran telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan rudal Arbil. Mereka menargetkan pusat strategis Israel dan memperingatkan lebih banyak serangan semacam itu.

Baca juga: ISIS bakal Menjadi Musuh Baru Israel?

Sanksi datang ketika Amerika Serikat tampaknya tertutup, menurut banyak pengamat, untuk kesepakatan dengan Iran tentang kembalinya ke kesepakatan nuklir 2015 dengan sekelompok kekuatan besar. Kesepakatan itu memberi Iran keringanan sanksi yang sangat dibutuhkan sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya yang akan menjaminnya tidak dapat mengembangkan senjata atom, sesuatu yang selalu ditolak oleh Teheran. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT