28 March 2022, 07:00 WIB

NATO Tidak Bermaksud Ubah Rezim di Rusia


Nur Aivanni |

PERUBAHAN rezim di Rusia bukanlah tujuan NATO, terlepas dari invasi Moskow ke Ukraina. Hal itu disampaikan oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Minggu, sehari setelah Presiden AS Joe Biden mencap Vladimir Putin sebagai "tukang jagal" yang tidak bisa tetap berkuasa.

"Itu bukan tujuan NATO, bukan pula tujuan Presiden AS", kata Scholz kepada saluran televisi negara Jerman ARD.

"Saya memiliki kesempatan untuk berbicara panjang lebar dengannya di Gedung Putih dan kami juga telah mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan ini," tambahnya.

Gedung Putih bergerak cepat pada Sabtu untuk meredam pernyataan Biden selama pidatonya yang berapi-api di Warsawa.

Setelah menjuluki Presiden Rusia sebagai "tukang jagal" atas invasinya ke Ukraina, Biden mengatakan di akhir pidatonya: "Demi Tuhan, orang ini tidak bisa tetap berkuasa".

"Demokrasi, kebebasan dan keadilan memiliki masa depan di mana-mana," kata Scholz pada Minggu.

"Tapi ini untuk rakyat dan bangsa untuk memperjuangkan kebebasan ini," tambahnya.

Pernyataan Scholz tersebut menyusul pernyataan sebelumnya dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang memperingatkan soal eskalasi verbal dengan Putin. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Abbas Kecam Standar Ganda Negara Barat Soal Ukraina dan Palestina

BERITA TERKAIT