24 March 2022, 20:48 WIB

Iran: Israel Hidup dari Ketidakstabilan dan Korbankan Orang Lain


Mediaindonesia.com |

KEHIDUPAN Israel bergantung pada ketidakstabilan. Rezim Israel memastikan kelangsungan hidupnya dengan mengorbankan orang lain.

Duta besar dan perwakilan Iran untuk kantor PBB di Jenewa, Esmaeil Baghaei Hamaneh, mengatakan itu pada Kamis (24/3). Ia membuat pernyataan itu sebagai tanggapan atas tuduhan anti-Iran yang dilontarkan oleh Israel pada sesi Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC), menurut kantor berita resmi Iran IRNA.

Israel menyalahkan Iran karena melakukan operasi misil terhadap pangkalan intelijen Israel di ibu kota wilayah semiotonom Kurdi, Erbil, dan menuduh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengacaukan kawasan itu. Pada 13 Maret, IRGC mengatakan mereka menyerang dengan rudal terhadap pangkalan intelijen Israel di Erbil.

Operasi itu, menurut IRGC, sebagai reaksi atas serangan udara Israel di ibu kota Suriah, Damaskus, pada 7 Maret. Kejadian ini menyebabkan dua perwira IRGC tewas.

Baghaei Hamaneh mencatat bahwa untuk melindungi dan memperluas dirinya sendiri, Israel pada dasarnya membutuhkan destabilisasi lingkungan sekitarnya. 

Baca juga: Amerika Serikat Berubah Pikiran untuk Capai Kesepakatan Nuklir Iran?

Dia menambahkan bahwa Israel memiliki karakteristik destabilisasi secara intrinsik. "Kenyataan ini telah terbukti sepanjang masa hidup rezim Zionis yang pendek tapi menyedihkan," ujarnya sebagaimana dilansir Xinhua.

Sebagai konsekuensi dari mengikuti logika ini, kata duta besar Iran, menciptakan krisis dan kekacauan telah menjadi ciri khas dan khusus Israel. (OL-14)

BERITA TERKAIT