24 March 2022, 12:26 WIB

Keluarga Penumpang China Airlines Minta Tiongkok Investigasi Secara Utuh


Cahya Mulyana |

PEMERINTAH Tiongkok belum mengumumkan jumlah pasti korban pesawat MU5735 milik maskapai China Eastern. Seluruh keluarga mengharapkan pihak berwenang mendapatkan penyebab pasti kecelakaan pesawat yang dinyatakan jatuh pada Senin (22/3) di Guangxi.

Otoritas penerbangan Tiongkok hingga saat ini belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-800 tersebut. Mereka menggantungkan landasan investigasi dari data yang tersimpan dalam flight recorder dan cockpit voice recorder.

Sayangnya, baru satu dari dua alat itu yang ditemukan pun dalam keadaan rusak. Namun penemuan cockpit voice recorder pada Rabu (23/3) itu diharapkan bisa memberi petunjuk penyebab pasti kecelakaan.

Kotak hitam itu ditemukan rusak di bagian luar tetapi catatan internalnya tampaknya baik-baik saja, kata para pejabat Tiongkok. Alat itu telah dikirim ke Beijing untuk proses pengambilan data dan dianalisis.

Seseorang mengharapkan kerabatnya yang masuk dalam manifes pesawat itu dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ia mengaku akan menunggu seluruh proses evakuasi hingga dipastikan nasib keluarganya.

"Saya berencana untuk tinggal sampai masalah ini diselesaikan dan saya dapat mengambil abunya kembali. Tapi ini tergantung pada pekerjaan pihak berwenang," paparnya.

Ia meminta otoritas penerbangan Tiongkok melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

"Saya berharap negara dapat menyelidiki masalah ini secara menyeluruh dan mencari tahu apakah itu kesalahan pabrikan atau masalah pemeliharaan".

Pesawat yang membawa 132 orang itu berangkat dari Kunming menuju Guangzho. Presiden Tiongkok Xi Jinping memerintahkan penyelidikan skala penuh atas tragedi itu.

Baca juga: Kotak Hitam Pesawat China Eastern ditemukan Rusak Parah

Xi pun telah memerintahkan Wakil Perdana Menteri Liu He dan ratusan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. China Eastern mengatakan pesawat Boeing 737-800, yang berusia kurang dari tujuh tahun itu melewati semua pemeriksaan pra-penerbangan.

Pada penerbangan terakhirnya, di dalam pesawat itu terdapat tiga pilot senior. Kaptennya memiliki pengalaman terbang 6.709 jam, dan co-pilot pertama dan kedua masing-masing memiliki 31.769 dan 556 jam terbang.

“Dari yang kami ketahui, kinerja ketiga pilot itu baik dan kehidupan keluarga mereka relatif harmonis,” kata perwakilan China Eastern.

Diketahui komunikasi antara pengawas penerbangan dengan pilot juga berjalan stabil hingga sesaat sebelum dinyatakan hilang kontak. Pesawat itu terbang pada ketinggian 29.100 kaki (sekitar 9.000 m), tetapi dua menit 15 detik kemudian turun drastis pada ketinggian 9.075 kaki.

Informasi terakhir yang bersumber pada penerbangan menunjukkan itu berakhir pada 14:22 waktu setempat, pada ketinggian 3.225 kaki.(BBC/OL-5)

BERITA TERKAIT