23 March 2022, 17:23 WIB

Hampir 100 Ribu Orang Terjebak di Kota Mariupol Ukraina


Nur Aivanni |

HAMPIR 100.000 orang terjebak di antara reruntuhan Kota Mariupol di Ukraina. Mereka menderita kelaparan, kehausan, hingga ketakutan akibat invasi Rusia tanpa henti.

Kondisi itu diungkapkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Puluhan ribu warga telah melarikan diri dari kota pelabuhan wilayah selatan yang terkepung pasukan Rusia.

Dalam video pidato terbarunya, Zelensky menyebut lebih dari 7.000 orang telah melarikan diri dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, ada kelompok yang bepergian di sepanjang rute kemanusiaan yang disepakati di barat kota dan ditangkap pasukan musuh.

Baca juga: Keanggotaan Rusia di G20 kini Dipertanyakan AS dan Sekutunya

Zelensky pun memperingatkan ada ribuan warga yang tidak bisa melarikan diri, karena situasi kemanusiaan semakin memburuk.

"Di kota itu masih ada 100.000 orang yang hidup dalam kondisi tidak manusiawi. Dalam pengepungan total, tanpa stok makanan, air, hingga obat-obatan. Penembakan dan pengeboman terjadi terus-menerus," imbuhnya.

Dia pun memperbarui seruan agar Rusia mengizinkan koridor kemanusiaan yang aman bagi warga sipil. Citra satelit Mariupol yang dirilis perusahaan swasta, Maxar, menunjukkan lanskap yang hangus, dengan beberapa bangunan terbakar dan asap mengepul.

Baca juga: PBB Sarankan Rusia Hengkang dari Ukraina atau Kalah

Amerika Serikat menyatakan pasukan Rusia menghantam wilayah Mariupol dengan menggunakan artileri, rudal jarak jauh dan dari kapal angkatan laut di dekat Laut Azov.

Badan bantuan PBB memperkirakan ada sekitar 20.000 korban sipil di kota tersebut. Korban jiwa diperkirakan mencapai 3.000 orang. Namun, data pastinya masih belum diketahui.(AFP/OL-11)

BERITA TERKAIT