23 March 2022, 13:08 WIB

Hujan Hambat Pencarian Kotak Hitam Pesawat yang Jatuh di Tiongkok


Cahya Mulyana |

HUJAN deras mengguyur wilayah Tiongkok bagian selatan, yang menjadi lokasi jatuhnya Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines.

Pesawat tersebut mengalami kecelakaan di Guangxi, Wuzhou, pada Senin (21/3) lalu. Guyuran hujan pun menghambat upaya pencarian kotak hitam. Tim pencari alat elektronik perekam komunikasi di kokpit memutuskan untuk menghentikan pencarian.

Kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Sebab, lokasi kecelakaan merupakan area berbukit, akses jalan sangat kecil dan banyaknya rimbun pepohonan. Cuaca yang basah menambah tantangan bagi tim pencari blackbox.

Baca juga: Kecelakaan Boeing di Tiongkok, AS Tunjuk Penyelidik untuk Investigasi

Sebelumnya, otoritas berwenang menyebut pilot pesawat gagal menanggapi panggilan dari pengawas lalu lintas udara, setelah menukik tajam. Jet itu melaju mendekati kecepatan suara sesaat sebelum menabrak lereng bukit.

Penyelidik belum memberikan alasan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan pesawat Boeing 737-800. Adapun 123 penumpang dan 9 kru dipastikan tewas.

China Eastern Airlines pun mengandangkan semua armadanya untuk jenis Boeing 737-800. Akibatnya, ribuan jadwal penerbangan domestik dibatalkan sehari setelah kecelakaan tersebut.

Baca juga: Kemenhub Pastikan Pesawat Boeing 737-800 Masih Beroperasi di RI

Boeing 737-800 memiliki kecepatan lebih dari 966 km/jam dan mampu melebihi 1.125 km/jam. Pesawat nahas itu menghilang dari layar radar pada 14:23 waktu setempat, tiga menit setelah diduga menukik. 

Diketahui, 9 kru di pesawat nahas itu berpengalaman dan dalam kondisi sehat. Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok memerintahkan penilaian keselamatan selama dua minggu, yang mencakup biro kontrol lalu lintas udara, maskapai penerbangan, bandara dan organisasi pelatihan penerbangan.(StraitsTimes/OL-11)

 

BERITA TERKAIT