15 March 2022, 08:41 WIB

IAEA Menyatakan Listrik Sudah Dipulihkan di PLTN Chernobyl


 Nur Aivanni |

BADAN Energi Atom Internasional (IAEA), pada Senin (14/30, mengatakan bahwa listrik telah dipulihkan di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl Ukraina, lokasi bencana nuklir terburuk di dunia pada tahun 1986.

Secara terpisah, operator nuklir negara Ukraina Energoatom menuduh militer Rusia meledakkan amunisi di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di selatan negara itu.

"Ukraina telah memberi tahu IAEA bahwa kekuatan eksternal hari ini telah dipulihkan kembali ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Chernobyl) setelah saluran kembali dirusak 'oleh pasukan pendudukan'," cuit pengawas atom PBB di Twitter.

"Staf telah memulai kembali operasi untuk menyambungkan kembali pembangkit ke jaringan listrik," tambahnya.

Baca juga: Serangan Mematikan Rusia Guncang Ukraina

Operator energi Ukrenergo sebelumnya mengatakan saluran listrik yang memasok PLTN Chernobyl telah dirusak oleh pasukan pendudukan, setelah pasukan Rusia menyerbu Ukraina pada 24 Februari dan merebut pembangkit listrik pada hari-hari pertama serangan itu.

Reaktor nuklir Chernobyl juga kehilangan daya awal pekan lalu tetapi pasokan telah pulih pada Minggu.

Pembangkit listrik tersebut memiliki generator diesel darurat yang dapat digunakan ketika listrik dibutuhkan untuk menyalakan sistem keamanan termasuk sistem pendingin untuk fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas, menurut badan inspeksi tenaga nuklir Ukraina SNRIU pekan lalu.

Ukrenergo mengatakan Chernobyl tidak dapat dibiarkan tanpa pasokan energi yang dapat diandalkan.

Ledakan 1986 di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl menewaskan ratusan orang dan menyebarkan awan radioaktif ke seluruh Eropa.

Pada 4 Maret 2022, pasukan Rusia menembaki dan merebut PLTN Zaporizhzhia, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, meningkatkan kewaspadaan di Eropa atas kemungkinan bencana nuklir.

Energoatom Ukraina menuduh militer Rusia meledakkan amunisi di dekat reaktor.

"Dan mereka terus melakukan ledakan di fasilitas nuklir terbesar di Eropa," kata Energoatom di Telegram, yang mendesak Badan Energi Atom Internasional untuk mengambil tindakan.

IAEA mengatakan pihaknya mengetahui laporan bahwa pasukan Rusia telah melakukan ledakan amunisi di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhya hari ini dan sedang mencari informasi tentang situasi dari Ukraina.

Energoatom juga mengklaim bahwa 11 perwakilan dari perusahaan nuklir negara Rusia Rosatom berada di PLTN Zaporizhzhia dan mengambil bagian dalam ledakan tersebut. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT