14 March 2022, 21:26 WIB

Iran Peringatkan terhadap Ancaman dari Tetangganya Irak


Mediaindonesia.com |

IRAN memperingatkan bahwa mereka tidak akan menoleransi ancaman yang datang dari Irak. Ini disampaikan sehari setelah menembakkan rudal balistik ke tempat yang dikatakannya sebagai situs Israel di negara tetangganya itu.

"Sama sekali tidak dapat diterima bahwa salah satu tetangga kami yang memiliki hubungan mendalam dengan kami menjadi pusat untuk menciptakan ancaman terhadap republik Islam," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh, Senin (14/3). "Iran tidak akan menoleransi bahwa tempat itu di dekat perbatasannya menjadi pusat sabotase, konspirasi, dan pengiriman kelompok teroris ke Iran," katanya pada konferensi pers mingguan di Teheran.

Pengawal Revolusi Iran, tangan ideologis angkatan bersenjata, mengatakan pada Minggu bahwa mereka telah menargetkan pusat strategis milik Israel, musuh bebuyutan republik Islam itu, di kota Arbil, Irak utara, menggunakan rudal presisi yang kuat. Namun, otoritas Kurdi berkeras bahwa negara Yahudi itu tidak memiliki tempat di atau dekat Arbil, ibu kota wilayah otonomi mereka di utara Irak.

Pihak berwenang mengatakan selusin rudal balistik telah menargetkan Arbil, termasuk beberapa fasilitas AS, dalam serangan lintas batas sebelum fajar yang melukai ringan dua warga sipil. Baghdad memanggil duta besar Iran, Iraj Masjidi, untuk memprotes serangan tersebut ketika kementerian luar negeri Irak mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan (Irak).

Khatibzadeh mengatakan bahwa pemerintah Irak telah diberi tahu beberapa kali untuk tidak membiarkan perbatasan Irak dengan Iran menjadi tidak aman. "Iran mengharapkan pemerintah pusat Irak mengakhiri situasi ini untuk selamanya dan tidak membiarkan perbatasannya disalahgunakan," tambahnya.

Baca juga: Belum Ada Jadwal Pembicaraan Lanjutan Iran-Saudi

Serangan pada Minggu terjadi hampir seminggu setelah dua perwira Pengawal Revolusi Iran tewas di Suriah dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel, sekutu penting AS. Irak, termasuk wilayah Kurdistan, ialah rumah bagi pengerahan pasukan AS yang sekarang berkurang dalam memimpin koalisi memerangi kelompok ISIS.

Washington menyalahkan serangkaian serangan roket dan pesawat tak berawak terhadap kepentingan militer dan diplomatiknya di Irak pada kelompok-kelompok pro-Iran yang menuntut kepergian pasukan AS yang tersisa. Tembakan rudal lintas batas sejatinya jarang terjadi. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT