14 March 2022, 11:51 WIB

Rusia Minta Bantuan Militer Tiongkok untuk Hadapi Ukraina


Nur Aivanni |

RUSIA telah meminta bantuan militer dan ekonomi Tiongkok untuk perangnya di Ukraina, lapor media AS pada Minggu, beberapa jam setelah Gedung Putih memperingatkan Beijing akan menghadapi konsekuensi berat jika membantu Moskow menghindari sanksi.

Para pejabat AS mengatakan kepada media bahwa Rusia telah meminta peralatan militer dan dukungan dari sekutu utamanya.

Baca juga: Bahas Konflik, Rusia-Ukraina Akan Lanjutkan Pembicaraan

Dikatakan New York Times yang mengutip pejabat anonim, Moskow juga meminta bantuan ekonomi Beijing terhadap sanksi melumpuhkan yang dikenakan terhadapnya oleh sebagian besar negara-negara Barat.

Menurut laporan itu, para pejabat menolak untuk menjelaskan dengan tepat apa yang diminta Rusia atau apakah Tiongkok telah menanggapi permintaan tersebut.

Seorang juru bicara kedutaan Tiongkok di Washington mengatakan kepada beberapa media bahwa dia belum pernah mendengar tentang itu saat ditanya tentang dugaan permintaan tersebut.

Laporan itu muncul hanya beberapa jam setelah Gedung Putih mengumumkan delegasi tingkat tinggi AS akan bertemu dengan seorang pejabat tinggi Tiongkok di Roma pada Senin.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne mengatakan bahwa Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan Yang Jiechi, kepala diplomat Partai Komunis Tiongkok, akan membahas upaya berkelanjutan untuk mengelola persaingan antara kedua negara dan membahas dampak perang Rusia melawan Ukraina pada keamanan regional dan global.

Beijing telah menolak untuk secara langsung mengutuk Moskow karena meluncurkan invasinya dan telah berulang kali menyalahkan ekspansi NATO ke arah timur karena memperburuk ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Baca juga: AS Ancam Sanksi Tiongkok Jika Berani Bantu Rusia

Dalam acara bincang-bincang pada Minggu, Sullivan mengatakan bahwa Gedung Putih mengamati dengan cermat untuk melihat apakah Tiongkok memberikan dukungan materi atau ekonomi kepada Rusia untuk membantunya menghindari dampak dari sanksi yang dijatuhkan kepada negara tersebut.

Pekan lalu, Beijing mengatakan bahwa persahabatannya dengan Rusia tetap kokoh meskipun ada kecaman internasional atas Moskow dan telah menyatakan keterbukaan untuk membantu menengahi diakhirinya perang. (AFP/Nur/A-3)

BERITA TERKAIT