08 March 2022, 12:16 WIB

Kanselir Jerman Tolak Seruan Larangan Impor Migas dari Rusia


 Insi Nantika Jelita |

KANSELIR Jerman Olaf Scholz menolak seruan dari Amerika Serikat (AS) dan Ukraina untuk larangan impor gas dan minyak (migas) dari Rusia sebagai bagian dari sanksi internasional terhadap Moskow.

Rusia diketahui menguasai seperempat pasokan minyak ke Eropa dan menguasai sepertiga pasokan gas untuk Benua Biru.

"Saat ini, pasokan energi Eropa untuk pembangkit panas, mobilitas, pasokan listrik, dan industri tidak dapat diamankan dengan cara apa pun. Oleh karena itu sangat penting untuk penyediaan ke publik dan kehidupan sehari-hari warga negara kita,” kata Scholz.

Pemerintah Ukraina bersama sejumlah politisi Amerika Serikat dan Eropa berpendapat bahwa Barat harus mengakhiri impor energi Rusia untuk berhenti membantu membiayai perang yang dilancarkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: AS Dekati Venezuela Membahas Soal Pasokan Energi

Scholz mengatakan bahwa pemerintahnya telah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk mengembangkan alternatif pasokan energi lain, tetapi menekankan bahwa upaya itu tidak dapat dilakukan dalam semalam.

“Itulah mengapa merupakan keputusan sadar dari pihak kami untuk melanjutkan kegiatan perusahaan bisnis di bidang pasokan energi dengan Rusia,” tambah Scholz.

Intervensi kanselir tersebut mengikuti komentar Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang mengatakan bahwa AS dan Uni Eropa berada dalam diskusi yang aktif untuk melarang impor minyak dari Rusia. Media Jepang pun melaporkan bahwa Tokyo berniat bergabung dalam diskusi tersebut.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin (7/3) juga menyerukan untuk memboikot ekspor Rusia, khususnya penolakan minyak dan produk minyak dari Rusia. (Politico/Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT