08 March 2022, 10:18 WIB

AS Dekati Venezuela Membahas Soal Pasokan Energi


Nur Aivanni |

GEDUNG Putih, pada Senin (7/3), mengatakan bahwa delegasi Amerika Serikat (AS) mengadakan pembicaraan pada akhir pekan di Venezuela dengan pemerintah Presiden Nicolas Maduro yang mencakup diskusi tentang pasokan energi.

Oposisi Venezuela juga mengatakan telah bertemu dengan delegasi tingkat tinggi AS, yang perjalanannya ke Caracas dilakukan saat Washington berupaya mengisolasi Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Maduro, yang rezimnya memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat pada 2019, termasuk di antara sedikit tokoh internasional yang meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang dukungan kuatnya setelah invasi.

"Terkait dengan Venezuela, tujuan perjalanan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah adalah untuk membahas berbagai masalah termasuk tentu saja energi, keamanan energi," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan.

Baca juga: Pentagon: Hampir Semua Pasukan Rusia Sudah Dikerahkan

AS telah memberlakukan serangkaian sanksi terhadap Caracas dalam upaya untuk memaksa Maduro dari kekuasaan, dengan satu tindakan tahun 2019 yang mencegah Venezuela memperdagangkan minyak mentahnya - yang menyumbang 96% dari pendapatan negara itu - di pasar AS.

Menurut The New York Times, kunjungan pejabat senior Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih itu terkait dengan dugaan minat Washington untuk mengganti sebagian minyak yang saat ini dibelinya dari Rusia dengan minyak yang dihentikan pembeliannya dari Venezuela.

Gedung Putih telah mengindikasikan sedang memeriksa bagaimana mengurangi impor minyak Rusia tanpa merugikan konsumen AS dan sambil mempertahankan pasokan global - meskipun Psaki mengatakan pada Senin tidak ada keputusan yang dibuat tentang kemungkinan larangan minyak Rusia.

Sejak memutuskan hubungan diplomatik dengan Caracas, Washington telah menolak untuk berurusan dengan pemerintah Maduro, sebaliknya memperlakukan pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sah negara AS itu.

Psaki mengatakan delegasi itu juga membahas masalah kesehatan dan kesejahteraan sejumlah orang Amerika yang ditahan di negara itu, tetapi menekankan bahwa pembicaraan energi dan nasib para tahanan adalah percakapan yang terpisah.

Kementerian Komunikasi Venezuela menolak mengomentari mengenai berita perjalanan delegasi AS tersebut.

Sementara itu, kantor Guaido mengatakan bahwa pihak oposisi mengadakan pertemuan berkelanjutan dengan delegasi AS.

AS adalah salah satu dari hampir 60 negara yang mengakui Guaido sebagai penjabat Presiden Venezuela, setelah menolak pemilihan kembali Maduro tahun 2018.

Washington memberi isyarat bulan lalu bahwa mereka akan bersedia untuk meninjau kembali kebijakan sanksinya terhadap Venezuela jika pembicaraan antara pemerintah Maduro dan oposisi - diluncurkan pada Agustus tetapi ditangguhkan sejak Oktober - berlanjut. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT