25 February 2022, 07:45 WIB

Pengungsi Ukraina Mulai Bergerak ke Hungaria


Atikah Ishmah Winahyu |

ANTRIAN mobil yang berbaris untuk masuk ke Hungaria dari Ukraina cukup panjang. Ratusan lainnya datang dengan berjalan kaki.

"Siapa pun yang bisa, melarikan diri," kata Krisztian Szavla, salah satu pengungsi pertama yang tiba di Hungaria dari wilayah barat Ukraina, Transcarpathia, tempat tinggal sebagian besar minoritas Hungaria pada Kamis (24/2).

Mereka melarikan diri meninggalkan Ukraina, mesin ATM dan rak supermarket kosong. Antrian kendaraam di pompa bensin pada hari pertempuran sengit di Ukraina setelah invasi Rusia mengejutkan dunia.

"Kami tidak ingin mengalami apa yang dialami orang-orang di pegunungan di timur, terbangun karena sirene dan Rusia mengebom kota Anda," kata pria berusia 28 tahun itu kepada AFP di sebuah pompa bensin di Zahony, di sisi perbatasan Hungaria.

Wilayah Transcarpathia Ukraina terputus dari bagian lain negara itu oleh pegunungan Carpathian, dan merupakan rumah bagi kelompok etnis dengan 130.000 komunitas Hungaria yang terbesar.

"Di sisi lain ada antrian panjang untuk bensin, ATM bank telah kosong, dan rak-rak toko kosong karena kerumunan orang," kata Szavla, seorang profesional pemasaran yang berencana untuk tinggal sementara dengan teman-temannya di Hungaria timur.

"Saya punya istri dan anak kecil, dan saya tidak ingin dia tumbuh tanpa ayah," katanya, mengakui bahwa dia tidak ingin direkrut menjadi tentara.

Hingga Kamis polisi Hungaria melaporkan antrian panjang mobil yang menunggu untuk memasuki Hungaria di lima penyeberangan sepanjang 140 kilometer (85 mil) perbatasan dengan Ukraina.

Menurut kantor berita Hungaria MTI, setidaknya 400 atau 500 orang juga melintasi perbatasan dengan berjalan kaki ke Hungaria pada Kamis.

"Situasi di Ukraina mengerikan, teman-teman dan keluarga saya meninggalkan Kiev dan kota-kota lain menuju perbatasan," kata Bogdan Khmenitsky, seorang dokter Ukraina berusia 33 tahun, mendorong sebuah koper ke arah lain kembali ke Ukraina.

"Hari ini kami memutuskan untuk mempersingkat perjalanan ke konferensi medis di Budapest, untuk membantu di Ukraina," katanya kepada AFP bersama dua rekannya, menambahkan bahwa mereka berharap untuk menumpang kembali ke Kiev.

Efek Jaminan

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengatakan sebelumnya negaranya telah bersiap untuk peningkatan kedatangan setelah invasi Rusia.

"Kita harus mengandalkan semakin banyak warga Ukraina yang tiba di Hungaria dan mungkin mengajukan status pengungsi," katanya dalam pesan video pada Kamis.

"Kami siap untuk menyediakan bagi mereka, kami akan dapat dengan cepat dan efisien melangkah ke tantangan ini,” imbuhnya.

Sebuah peta yang ditampilkan di halaman Facebook Orban kemarin menunjukkan bahwa Budapest yakin sekitar 600.000 pengungsi dari Ukraina bisa tiba di Hungaria.

Di negara tetangga Rumania, polisi mengatakan bahwa sekitar 5.300 orang masuk dari Ukraina sepanjang perbatasan bersama sepanjang 615 kilometer (300 mil), naik dari 2.400 pada hari sebelumnya.

Beberapa ratus, termasuk wanita yang ditemani oleh anak-anak, melintasi perbatasan di Sighetul Marmatiei, menurut cuplikan televisi.

"Sebagian besar dari mereka bertanya tentang bagaimana menuju ke Polandia atau Republik Ceko," kata walikota kota itu, Vasile Moldovan.

Menurut Menteri Pertahanan Vasile Dancu, Rumania berencana untuk menampung pengungsi potensial di enam atau tujuh wilayah di sepanjang perbatasan. "Kami siap menghadapi efek sampingan dari invasi ke Ukraina,” tandasnya. (France24/OL-13)

Baca Juga: Serangan Rusia ke Ukraina Terbesar di Eropa Sejak Perang Dunia II

BERITA TERKAIT