24 February 2022, 10:37 WIB

Ukraina Umumkan Keadaan Darurat, Separatis Minta Bantuan Rusia


Atikah Ishmah Winahyu |

UKRAINA mengumumkan keadaan darurat pada Rabu (23/2) dan Moskow mengatakan separatis di timur telah meminta bantuan untuk mengusir agresi ketika Amerika Serikat meningkatkan upaya untuk mencegah invasi dengan menjatuhkan sanksi baru.

Penembakan telah meningkat di timur, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui dua wilayah separatis sebagai independen dan memerintahkan pengerahan penjaga perdamaian, sementara Barat menyebutnya awal dari sebuah invasi.

Konvoi peralatan militer, termasuk sembilan tank, bergerak menuju Donetsk Ukraina timur dari arah perbatasan Rusia, seorang saksi mata melaporkan.

Namun masih belum ada indikasi yang jelas apakah Putin akan melancarkan serangan massal ke Ukraina dengan puluhan ribu tentara yang dia kumpulkan di dekat perbatasan.

Sebanyak 80% dari pasukan yang dikumpulkan berada dalam posisi untuk melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, kata seorang pejabat senior pertahanan AS.

“Para pemimpin dari dua daerah yang memisahkan diri itu telah mengirimkan permintaan kepada Putin untuk memberikan bantuan guna mengusir agresi dari angkatan bersenjata Ukraina,” lapor kantor berita Rusia mengutip juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Rabu (23/2)

Foto seruan terpisah dari kepala dua daerah separatis juga diunggah oleh Tass.

“Saya meminta bantuan untuk mengusir agresi militer rezim Ukraina terhadap penduduk Republik Rakyat Donetsk,” kata Denis Pushilin, yang mengepalai wilayah Donetsk yang diakui independen oleh Moskow.

Ditanya tentang langkah tersebut, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, “Seperti yang telah kami katakan sejak awal, akan ada serangkaian operasi bendera palsu yang kami perkirakan dan rencanakan, untuk dilihat.

“Ini contohnya. Itu menunjukkan bahwa mereka merasa di bawah ancaman. Oleh siapa? Orang-orang Ukraina yang diancam akan diserang oleh Rusia?” tambahnya.

Rusia secara konsisten membantah rencananya untuk menyerang negara tetangganya tersebut.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada perusahaan yang bertanggung jawab membangun pipa gas Nord Stream 2 Rusia dengan menargetkan perusahaan dan pejabat perusahaannya.

“Langkah-langkah ini adalah bagian lain dari tahap awal sanksi kami sebagai tanggapan atas tindakan Rusia di Ukraina. Seperti yang telah saya jelaskan, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah lebih lanjut jika Rusia terus meningkat,” kata Presiden AS Joe Biden. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Rusia Mulai Evakuasi Staf Diplomatik dari Ukraina

BERITA TERKAIT