22 February 2022, 07:14 WIB

Para Pemimpin Dunia Kutuk Keputusan Rusia tentang Ukraina


Nur Aivanni |

NEGARA-negara Barat bereaksi cepat terhadap keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin yang mengakui kemerdekaan dua republik yang memproklamirkan diri di Ukraina timur. Mereka pun mengutuk Moskow dan menyerukan penjatuhan sanksi.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mencuit di Twitter bahwa keputusan Putin membutuhkan tanggapan yang cepat dan tegas. "Kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam koordinasi dengan mitra," katanya.

Amerika Serikat pun mengumumkan sanksi keuangan terhadap wilayah pemberontak yang baru diakui oleh Rusia di Ukraina timur.

Adapun Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan keputusan Rusia merupakan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam PBB.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang masih mendesak penyelesaian diplomatik pada Senin pagi, menyerukan sanksi Uni Eropa yang ditargetkan terhadap Moskow.

"Dia menuntut pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB serta penerapan sanksi Eropa yang ditargetkan," kata sebuah pernyataan dari kantornya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun mengecam keputusan Putin sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas Ukraina.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan bahwa Moskow melanggar perjanjian damai Minsk yang ditandatangani pada 2014.

"Dengan keputusannya, Rusia melanggar semua janjinya kepada masyarakat dunia," katanya.

Senada, Kepala NATO Jens Stoltenberg juga mengatakan bahwa keputusan Putin semakin merusak kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina, mengikis upaya menuju resolusi konflik, dan melanggar Perjanjian Minsk.

"Moskow terus menyulut konflik di Ukraina timur dengan memberikan dukungan keuangan dan militer kepada para separatis. Moskow juga mencoba membuat dalih untuk menyerang Ukraina sekali lagi," tambahnya. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Abaikan Ancaman Barat, Putin Peirntahkan Pasukan Rusia Masuk ke Ukraina

BERITA TERKAIT