18 February 2022, 16:35 WIB

Militer Ukraina dan Separatis Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata 


 Atikah Ishmah Winahyu |

MILITER Ukraina dan musuh separatis mereka yang didukung Rusia melontarkan saling tuding pelanggaran gencatan senjata baru pada Jumat (18/2), sehari setelah penembakan sebuah taman kanak-kanak membuat ketegangan internasional melonjak.

Pusat komando gabungan militer Ukraina untuk front timur mengatakan pemberontak telah melanggar gencatan senjata 20 kali antara tengah malam dan pukul 09.00. 

Sementara itu, kelompok separatis Donetsk dan Lugansk yang pro-Rusia mengatakan tentara telah menembak 27 kali.

Serangan yang dilaporkan terjadi satu hari setelah ledakan peluru merobek dinding taman kanak-kanak di desa timur Stanytsia-Luganska yang dikuasai pemerintah.

Baca juga: AS Desak Rusia Tarik Mundur Pasukannya dari Wilayah Perbatasan Ukraina

Sebanyak 20 anak-anak dan 18 staf di dalamnya lolos tanpa cedera, tetapi insiden itu melipatgandakan kekhawatiran bahwa Rusia mungkin meningkatkan konflik sambil mencari dalih untuk menyerang Ukraina.

Konflik di timur Ukraina telah berlangsung selama delapan tahun, merenggut nyawa lebih dari 14.000 orang dan memaksa lebih dari 1,5 juta orang mengungsi.

Namun peningkatan terbaru dalam kekerasan sedang diawasi di seluruh dunia, dengan Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya menuduh bahwa Kremlin sedang mencari alasan untuk menyerang.

Pengawas dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) melaporkan 189 pelanggaran gencatan senjata di wilayah Donetsk timur pada hari Kamis, naik dari 24 hari sebelumnya.

Itu menghitung 402 pelanggaran gencatan senjata di wilayah tetangga Lugansk yang lebih kecil, naik dari 129 pada hari Rabu.

Separatis yang didukung Rusia menguasai bagian timur kedua wilayah. (Aiw/France24/OL-09)

BERITA TERKAIT