17 February 2022, 16:27 WIB

Australia akan Masukkan Hamas sebagai Kelompok Teror, Israel Gembira


Mediaindonesia.com |

AUSTRALIA akan memasukkan seluruh gerakan Islam Palestina Hamas sebagai organisasi teroris. Langkah ini menjadikannya sebagai negara Barat terbaru yang melakukan hal serupa.

Canberra sebelumnya mendaftarkan sayap militer Brigade Al-Qassam Hamas sebagai kelompok teror. Namun penunjukan baru itu akan mencantumkan organisasi tersebut secara keseluruhan, termasuk sayap politiknya.

Hamas berperang berturut-turut dengan Israel sejak menguasai Jalur Gaza pada 2007. Ini menyusul pemilihan parlemen Palestina terakhir pada 2006 dan Hamas menjadi oposisi utama untuk gerakan Fatah Presiden Mahmud Abbas.

Baca juga: Israel Serang Kota di Selatan Damaskus Suriah

"Pandangan Hamas dan kelompok ekstremis kekerasan yang terdaftar hari ini sangat mengganggu. Tidak ada tempat di Australia untuk ideologi kebencian mereka," kata Menteri Dalam Negeri Karen Andrews.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyambut baik langkah Australia itu. ia mencuit bahwa itu menandai langkah penting lain dalam perang global melawan terorisme.

Penunjukan itu akan membatasi pembiayaan atau memberikan dukungan lain kepada Hamas. Pada pelanggaran jenis tertentu dalam hubungan dengan Hamas akan membawa hukuman penjara 25 tahun.

"Sangat penting bahwa undang-undang kita tidak hanya menargetkan tindakan teroris dan teroris, tetapi juga organisasi yang merencanakan, membiayai, dan melakukan tindakan ini," kata Andrews. Amerika Serikat telah lama menyebut Hamas sebagai kelompok teror.

Keputusan Uni Eropa yang serupa menjadi subjek perselisihan di pengadilan yang berlarut-larut. Namun akhirnya Hamas dikembalikan ke daftar teror. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT