17 February 2022, 11:35 WIB

AS Tuding Rusia Ciptakan Dalih untuk Serang Ukraina


Atikah Ishmah Winahyu |

DEPARTEMEN Luar Negeri AS mengatakan Rusia berusaha menciptakan dalih untuk menyerang Ukraina dengan klaim genosida tanpa bukti dan kuburan massal di wilayah Donbass, timur Ukraina.

Media Rusia menerbitkan artikel dan foto minggu ini tentang kuburan massal rahasia yang diklaim di Donbass, yang dikendalikan oleh separatis yang bersekutu dengan Moskow yang telah memerangi pasukan pemerintah Ukraina sejak 2014.

Pada hari Selasa, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Kyiv melakukan genosida di Donbass.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price menuduh bahwa Moskow membuat klaim sebagai alasan untuk menyerang Ukraina.

"Selama beberapa minggu terakhir, kami juga telah melihat pejabat Rusia dan media Rusia menanam banyak cerita di media, salah satunya dapat diangkat sebagai dalih untuk invasi," kata Price kepada wartawan.

Klaim yang telah menyebar di media sosial tersebut, termasuk genosida, kuburan massal dan potensi pemerintah Ukraina untuk menggunakan senjata kimia terhadap rakyat Donbass.

"Tidak ada dasar kebenaran atas tuduhan-tuduhan ini," kata Price.

"Ini adalah narasi palsu yang dikembangkan Rusia untuk digunakan sebagai dalih untuk aksi militer melawan Ukraina,” tambahnya.

Baca juga:  Rusia-Ukraina Masih Memanas, Harga Minyak dan Emas Menanjak

Price mengatakan bahwa menjelang invasi Rusia ke wilayah Krimea Ukraina pada tahun 2014, Moskow juga mengklaim pemerintah menganiaya orang-orang di sana, banyak di antaranya adalah penutur bahasa Rusia.

Di Gedung Putih, Sekretaris Pers Jen Psaki juga menolak tuduhan itu sebagai tipu muslihat bendera palsu.

“Kami berada di jendela di mana kami yakin serangan bisa datang kapan saja, dan itu akan didahului oleh dalih yang dibuat-buat,” katanya merujuk pada video palsu, tuduhan palsu tentang senjata kimia, atau laporan serangan terhadap tentara Rusia yang belum benar-benar terjadi.(France24/OL-5)

BERITA TERKAIT