07 February 2022, 20:55 WIB

Sanksi AS Dicabut, Iran bakal Menjadi Eksportir Senjata Terbesar


Mediaindonesia.com | Internasional

IRAN akan menjadi salah satu pengekspor senjata terbesar di dunia jika sanksi AS dicabut. Ini dikatakan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri dalam sebuah upacara pada hari Senin, menurut Klub Jurnalis Muda Iran, sebagaimana dilansir The Jerusalem Post.

"Di bidang kemandirian, kepercayaan diri, dan swasembada, kami lebih dari swasembada dalam persenjataan dan peralatan, merancang strategi dan kebijakan, rencana dan taktik operasional, dan yang harus kami lakukan dalam pertahanan dan keamanan negara," kata Bagheri.

Bagheri menekankan bahwa Iran memang perlu mengimpor peralatan dari negara lain. "Jika sanksi pidana AS dicabut, kami akan menjadi salah satu pengekspor senjata terbesar di dunia," ujarnya.

Baca juga: OKI Sambut Putusan Uni Afrika Tangguhkan Israel sebagai Pengamat

Pada 2020, Menteri Pertahanan Iran saat itu Amir Hatami menyatakan bahwa Iran melanjutkan kerja sama senjata dengan beberapa negara bahkan ketika sanksi dijatuhkan terhadap perdagangan senjata dengan Iran. "Republik Islam Iran telah mencapai posisi yang baik di bidang ekspor senjata ke beberapa negara selama periode ini dan kesepakatan telah dibuat di bidang ini," kata Hatami saat itu.

Embargo senjata PBB terhadap Iran berakhir pada 2020, meskipun sanksi AS terhadap penjualan senjata masih berlaku. Setelah embargo berakhir, Hatami mengklaim bahwa ekspor senjata Iran akan melebihi pembeliannya.

Iran diketahui menyelundupkan senjata ke proksinya di Irak, Yaman, Suriah, dan Libanon. Tidak jelas ini bentuk ekspor yang dirujuk oleh pejabat Iran itu.

Baca juga: Israel Desak Kolaborasi Negara-Negara Teluk Lawan Ancaman Iran

Ekspor senjata Israel mewakili 3% dari ekspor senjata global antara 2016 dan 2020, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI). Pada 2018-2019, Israel menduduki peringkat ke-9 dalam daftar pengekspor senjata teratas SIPRI. (OL-14)

BERITA TERKAIT