02 February 2022, 16:33 WIB

Hamas Sambut Amnesty International Stempel Israel Rezim Apartheid


Mediaindonesia.com | Internasional

HAMAS sangat menghargai dan menghormati upaya Amnesty International mengeluarkan laporannya secara profesional yang menempatkan fakta dalam perspektif dan menggambarkan realitas tragis rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel. Amnesty International mempertimbangkan entitas pendudukan Israel sebagai rezim apartheid dan menerapkan rezim apartheid di semua wilayah Palestina yang diduduki.

Kepatuhan laporan Amnesty terhadap prinsip-prinsip profesionalisme objektif dengan menghadirkan fakta nyata di lapangan mengungkapkan keburukan praktik pendudukan terhadap rakyat Palestina di semua tingkatan. "Di Tepi Barat, pendudukan mengintensifkan perluasan pemukiman kolonial dan sepenuhnya melindungi pemukim kolonial sambil melakukan serangan brutal dan agresi terhadap rakyat Palestina, petani, dan pemilik tanah kami," ujar Hamas dalam pernyataan resmi di situs web Hamas.ps, Selasa (1/2).

Selain kebijakan besar-besaran Yudaisasi Jerusalem yang dianggap sebagai pelanggaran mencolok terhadap hak-hak beragama Muslim dan Kristen dengan menodai kesucian mereka, pengepungan tidak adil yang dilakukan di Gaza oleh pendudukan yang berlanjut selama 17 tahun merupakan kejahatan perang yang melawan kemanusiaan.

Baca juga: Uni Afrika bakal Debat Panas terkait Status Israel

"Selain itu, kebijakan Israelisasi, rasisme, dan diskriminasi yang terus berlanjut yang dipraktikkan oleh pemerintah pendudukan terhadap rakyat Palestina kami di tanah pendudukan tahun 1948 terus berlanjut," imbuhnya. Hamas menganggap laporan Amnesty International saat ini sebagai bagian penting dan terperinci dari upaya internasional dan hukum yang mencari keadilan bagi rakyat Palestina yang menghadapi pendudukan rasis barbar terakhir di bumi dalam upaya hukum untuk mengakhiri ketidakadilan pendudukan Israel.

Hamas mendesak organisasi Amnesti dan organisasi hak asasi manusia internasional lain untuk terus mengungkapkan ketidakadilan dan prasangka yang dilakukan oleh pendudukan terhadap rakyat Palestina. Hamas menganggap laporan Amnesty sebagai kontribusi baru untuk mengungkap kedok oleh kekuatan kolonial utama yang selalu dinikmati Israel selama beberapa dekade.

Disertai dengan kesaksian lapangan dari wilayah pendudukan, laporan Amnesty merupakan langkah baru dalam membangun kebenaran, yang harus didengar dan dilihat dunia secara dekat, tidak hanya melalui narasi Palestina tetapi juga melalui laporan hukum dan hak asasi manusia tanpa bias terhadap pihak mana pun. (OL-14)

BERITA TERKAIT