30 January 2022, 17:15 WIB

Pengacara Israel dan Kelompok Hak Asasi Hongaria Ancam Tuntut Pegasus


Mediaindonesia.com |

SEORANG pengacara Israel mengatakan, Sabtu (29/1), bahwa dia bekerja dengan kelompok hak asasi manusia di Hongaria untuk mengejar pihak berwenang dan perusahaan Israel NSO Group atas nama jurnalis Hungaria yang diduga menjadi sasaran spyware Pegasus.

Eitay Mack mengatakan kepada AFP bahwa dia telah meminta jaksa agung Israel untuk menyelidiki mekanisme NSO dilisensikan untuk menjual perangkat lunak pengawasannya yang dapat menyalakan kamera atau mikrofon ponsel dan mengambil datanya.

Pengacara itu mengatakan dia telah mengoordinasikan permintaan itu dengan Persatuan Kebebasan Sipil Hongaria (HCLU), yang mengatakan Pegasus menargetkan telepon 4 jurnalis Hungaria, 1 warga negara Belgia, dan 6 orang yang meminta anonimitas.

HCLU mengatakan telah mengajukan keluhan kepada menteri Hongaria yang mengawasi dinas rahasia serta Komisi Eropa dan bermaksud mengajukan banyak tuntutan hukum ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Organisasi itu menggunakan, "Semua cara hukum yang mungkin untuk menegakkan hak-hak mereka yang dipantau secara ilegal dan membawa kasus regulasi pengawasan rahasia di hadapan badan-badan Hongaria dan internasional," katanya dalam pernyataan, Jumat.

NSO Group tidak segera memberikan komentar ketika dihubungi oleh AFP tentang keluhan tersebut. Perusahaan itu sebelumnya mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Israel yang mengatur penjualannya dan bahwa penjualan itu dibuat hanya untuk lembaga penegak hukum yang sah menggunakan sistem ini di bawah surat perintah untuk memerangi penjahat, teroris, dan koruptor.

Pada November, seorang pejabat senior partai berkuasa Hongaria mengatakan pemerintah menggunakan Pegasus tetapi membantah telah memata-matai warga secara ilegal. NSO telah menghadapi banyak tuduhan sejak daftar sekitar 50.000 target pengawasan potensial di seluruh dunia, termasuk jurnalis dan aktivis, bocor ke media tahun lalu.

Amerika Serikat memasukkan perusahaan itu ke daftar hitam pada November karena memungkinkan pemerintah asing melakukan represi transnasional.

Kebohongan kasar

Investigasi New York Times yang diterbitkan Jumat menemukan bahwa Israel memperbarui lisensi Saudi untuk spyware Pegasus setelah telepon panggilan antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dikatakan Pegasus diaktifkan kembali meskipun ada tuduhan bahwa itu telah digunakan untuk memata-matai rekan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi yang dibunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul.

CEO NSO Group Shalev Hulio membantah perangkat lunak itu digunakan untuk memantau rekan Khashoggi. Ia menyebut klaim itu sebagai kebohongan kasar.

Dalam wawancara yang disiarkan Sabtu, dia mengatakan kepada saluran TV N12 Israel bahwa dia tidak memiliki keraguan moral tentang spyware. Ia menambahkan, "Saya tidur nyenyak di malam hari."

Baca juga: Spyware Pegasus Dihujani Kritik, CEO NSO Israel Bela Diri

Finlandia pada Jumat mengatakan ponsel milik diplomatnya diretas menggunakan Pegasus. Awal bulan ini Kementerian Kehakiman Israel berjanji untuk memeriksa tuduhan bahwa spyware digunakan pada warga Israel.

Ketua NSO Group Asher Levy mengundurkan diri minggu ini. Dia membantah laporan bahwa langkah itu terkait dengan kontroversi baru-baru ini. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT