25 January 2022, 07:35 WIB

AS-Eropa Nyatakan Persatuan Lawan Rusia Atas Ukraina


Nur Aivanni |

Presiden AS Joe Biden menyatakan persatuan total di antara kekuatan Barat pada Senin (24/1) setelah berbicara dengan para pemimpin Eropa untuk menghalangi Rusia menyerang Ukraina dan 8.500 tentara AS disiagakan untuk kemungkinan penempatan guna meningkatkan NATO.

"Saya mengadakan pertemuan yang sangat, sangat, sangat baik, kebulatan suara total dengan semua pemimpin Eropa," kata Biden kepada wartawan tak lama setelah menyelesaikan konferensi video selama satu jam 20 menit dengan para pemimpin sekutu dari Eropa dan NATO.

Di London, kantor Perdana Menteri Boris Johnson juga mengatakan bahwa para pemimpin sepakat tentang pentingnya persatuan internasional dalam menghadapi permusuhan Rusia yang semakin meningkat.

Kanselir Jerman Olf Scholz juga mengatakan bahwa terserah Rusia untuk melakukan de-eskalasi yang terlihat.

Meskipun bersikeras tidak berniat menyerang, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengerahkan sekitar 100.000 tentara di dekat Ukraina, di mana Rusia telah merebut Krimea pada tahun 2014 dan mendukung tentara separatis di timur.

Moskow menuntut jaminan bahwa Ukraina, bekas republik Soviet, tidak akan pernah diizinkan untuk bergabung dengan NATO, serta konsesi lain oleh Amerika Serikat sebagai imbalan atas penurunan ketegangan.

Amerika Serikat dan NATO telah menolak tuntutan Rusia dan mengatakan kepada Putin untuk menarik diri dari perbatasan Ukraina. Mereka memperingatkan bahwa serangan Rusia akan memicu sanksi ekonomi yang merusak, serta meningkatkan kehadiran NATO di Eropa timur.

Di Washington, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan kekuatan hingga 8.500 tentara AS berada dalam "siaga tinggi" untuk kemungkinan penyebaran guna memperkuat setiap aktivasi Pasukan Tanggap NATO di kawasan itu.

NATO juga mengatakan mengirim jet dan kapal untuk memperkuat sayap timurnya. (AFP/OL-12)

BERITA TERKAIT