24 January 2022, 13:18 WIB

Malaysia tak Berlakukan Pembatasan Perjalanan Selama Idulfitri 2022


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

MALAYSIA tidak akan memberlakukan perintah kontrol gerakan selimut (MCO) lebih lanjut atau pembatasan perjalanan, termasuk selama perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Jika kasus covid-19 di negara itu meningkat, pendekatan yang ditargetkan kontrol ditingkatkan pada daerah yang terkena dampak. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.

Perdana Menteri mengatakan sektor ekonomi dan sosial, serta perjalanan antarnegara bagian telah diizinkan untuk beraktivitas normal.

“Karena ada peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir, orang-orang berspekulasi mereka mungkin tidak dapat balik raya (pulang ke rumah untuk musim perayaan),” kata Ismail Sabri pada konferensi pers di kantor Bera Community Development Departemen (Kemas), Minggu (23/1).

"Tolong jangan khawatir, kami tidak akan menutup seluruh negara, negara bagian, atau distrik lagi,” imbuhnya.

"Kami akan fokus pada area dengan banyak infeksi dengan MCO yang ditingkatkan. Jika sebuah desa tunduk padanya, maka hanya mereka yang berasal dari desa itu yang akan dilarang kembali,” ungkapnya.

Baca juga:  Malaysia Siap Beri Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun di Akhir Januari

Ismail Sabri, yang juga anggota Parlemen Bera, mengatakan, prosedur operasi standar (SOP) untuk pemilihan negara bagian Johor akan diajukan dalam sesi khusus Dewan Keamanan Nasional yang dihadiri oleh perwakilan dari blok oposisi.

Dia mengatakan Kementerian Kesehatan akan mengajukan proposal SOP terperinci karena prioritasnya mencegah lonjakan kasus karena jajak pendapat, selain memperhitungkan jumlah kasus baru virus korona yang telah mencapai 4.000 selama beberapa hari terakhir.

"Kita tidak boleh berpuas diri dan harus terus mengekang pandemi, bahkan jika kita mengatakan kita harus hidup dengan covid-19," kata perdana menteri.

“Kami berharap kasus turun di bawah 1.000 sehingga kami dapat menyatakan Malaysia telah beralih dari pandemi ke fase endemik,” tukasnya.(Straitstimes/OL-5)

BERITA TERKAIT