23 January 2022, 07:20 WIB

Panglima AL Jerman Mundur Atas Pernyataan Kontroversial Krisis Ukraina


Nur Aivanni | Internasional

KEPALA Angkatan Laut Jerman Kay-Achim Schoenbach telah mengundurkan diri menyusul pernyataan kontroversial mengenai krisis di Ukraina. Hal itu disampaikan oleh seorang juru bicara Kementerian Pertahanan pada Sabtu (22/1).

Kay-Achim Schoenbach mengatakan gagasan bahwa Rusia ingin menyerang Ukraina adalah "omong kosong" dan menambahkan bahwa Putin pantas dihormati. Itu disampaikannya pada pertemuan think-tank di New Delhi pada Jumat.

Dalam sebuah video yang direkam pada pertemuan di New Delhi, Schoenbach mengatakan bahwa apa yang diinginkan Putin adalah untuk dihormati.

"Sangat mudah untuk memberinya rasa hormat yang dia inginkan, dan mungkin juga pantas mendapatkannya," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa semenanjung Krimea, yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014, telah hilang dan tidak akan kembali ke Ukraina.

Pada Sabtu, Schoenbach pun menjelaskan bahwa pernyataannya tersebut tidak mewakili pandangan pemerintah dan telah keliru. "Tidak perlu berdalih: itu jelas kesalahan," cuitnya di Twitter.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, dia mengatakan dia telah mengajukan pengunduran dirinya untuk menghindari kerusakan lebih lanjut yang terjadi pada angkatan laut Jerman dan di atas segalanya, untuk Republik Federal Jerman.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina telah memanggil duta besar Jerman untuk Kyiv untuk memprotes pernyataan Schoenbach yang tidak dapat diterima. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Jerman akan Kirim Rumah Sakit Lapangan ke Ukraina

BERITA TERKAIT