22 January 2022, 11:39 WIB

NATO Tolak Permintaan Rusia untuk Tarik Pasukan dari Bulgaria-Rumania


Nur Aivanni | Internasional

NATO menolak permintaan Rusia untuk aliansi tersebut untuk menarik pasukan dari Bulgaria dan Rumania.

"NATO tidak akan melepaskan kemampuan kami untuk saling melindungi dan membela, termasuk dengan kehadiran pasukan di bagian timur Aliansi. Tuntutan Rusia akan menciptakan anggota NATO kelas satu dan dua, yang tidak dapat kami terima," kata juru bicara NATO Oana Lungescu.

"Kami menolak gagasan tentang pengaruh di Eropa. Kami akan selalu menanggapi setiap kerusakan lingkungan keamanan kami, termasuk melalui penguatan pertahanan kolektif kami. NATO waspada dan terus menilai kebutuhan untuk memperkuat bagian timur Aliansi kami," tuturnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia mendorong permintaan pada Jumat menjelang pembicaraan dengan Amerika Serikat di mana Moskow berusaha untuk mendapatkan jaminan keamanan dari Washington.

Baca juga: AS-Rusia Berjanji untuk Redakan Ketegangan Atas Ukraina

Ketegangan meningkat ketika Barat menuduh Rusia mengancam invasi lebih lanjut ke Ukraina dengan mengerahkan sekitar 100.000 tentara di perbatasannya.

Kremlin mengajukan dua perjanjian yang diusulkan pada Desember yang mencakup tuntutan luas termasuk bahwa NATO menolak untuk mengakui Ukraina dan menarik mundur pasukan dari anggota timurnya.

Aliansi militer pimpinan AS itu telah menolak setiap proposal, yang dikatakannya bertentangan dengan prinsip-prinsip intinya.

Aliansi tersebut saat ini sedang mempertimbangkan rencana untuk meningkatkan penempatan pasukannya di Rumania dan Bulgaria di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia.

Pada Kamis, Rumania, yang telah menampung sekitar 1.000 tentara AS di wilayahnya, mengatakan bahwa mereka siap untuk menyambut tambahan, serta pasukan Prancis, menyusul pengumuman dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Baik Rumania dan Bulgaria menolak permintaan Rusia sebagai hal yang tidak dapat diterima. (AFP/OL-4)

BERITA TERKAIT