21 January 2022, 16:41 WIB

WHO Ingatkan Penggunaan Masker Kain Tidak Mampu Cegah Omikron


Atalya Puspa | Internasional

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan kepada masyarakat bahwa penggunaan masker kain tidak mampu menangkal virus covid-19 khususnya barian omikron untuk masuk ke tubuh manusia.

“Saat ini penggunaan masker kain hampir tidak dapat melindungi seseorang dari virus omikron. Untuk melindungi dari varian delta pun masker kain hanya memiliki efektivitas 20-30%. Bagaimana dengan omikron yang lebih menular, efektivitasnya dapat diabaikan," kata Direktur WHO untuk Kesehatan Global Lawrence Gostin dalam keterangan resmi, Jumat (21/1).

Pasalnya, ia menyebut, saat ini omikron diperkirakan menjadi salah satu pathogen yang paling menular di bumi. Untuk itu, penggunaan masker kain dan masker ganda dinilai belum cukup untuk melindungi diri dari infeksi virus.

Untuk itu, pengamat Covid-19 Ali Alkatiri mengungkapkan, upaya preventif tambahan yang bisa dilakukan ialah dengan menggunakan nose sanitizer.

Ia menegaskan, masyarakat harus memahami bahwa manusia bisa terinfeksi virus covid-19 karena virus masuk salah satunya melalui saluran pernapasan.

Cara preventif yang harus dilakukan adalah memastikan virus tidak masuk ke paru-paru, atau membunuh virus yang sudah masuk di saluran pernapasan.

Ia menyatakan, nose sanitizer yang digunakan harus mengandung nitric oxide yang memiliki peran penting sebagai antiviral dan antimicrobial di rongga hidung dan rongga tenggorokan. Adapun, enovid nose sanitizer dapat membunuh virus covid-19 dalam waktu 2 menit dalam kondisi lab.

“Virus yang masuk akan berada selama beberapa hari di saluran pernapasan kita yaitu rongga hidung dan nasofaring, disaat itulah kita harus membunuh virus tersebut sebelum masuk ke paru-paru. Berdasar studi di atas nose sanitizer tersebut punya peran penting, karena dapat membunuh virus 95% dalam waktu 24 jam," beber dia.

Ali Alkatiri menyebutkan bahwa negara lain pun sudah mulai terpikat dengan nose sanitizer ini, seperti Inggris, Korea, Bahrain, dan Thailand yang sudah siap akan membeli dalam jumlah yang besar untuk negaranya. (Ata/OL-09)

BERITA TERKAIT