19 January 2022, 11:31 WIB

UEA Minta Dewan Keamanan PBB untuk Kutuk Serangan Houthi


 Nur Aivanni | Internasional

UNI Emirat Arab, pada Selasa (18/1), menuntut pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi serangan pesawat tak berawak mematikan di ibukotanya oleh pemberontak Houthi Yaman.

Sebelumnya, koalisi militer yang dipimpin Saudi - di mana UEA menjadi anggota - menerima kritik keras dari sekretaris jenderal PBB karena meluncurkan serangan balik mematikan terhadap Houthi.

"Uni Emirat Arab meminta Dewan Keamanan untuk berbicara dengan satu suara dan bergabung dengan tegas dan tegas mengutuk serangan teroris ini," kata duta besar UEA untuk PBB, Lana Nusseibeh, dalam sebuah surat kepada presiden Dewan Keamanan.

"Eskalasi ilegal dan mengkhawatirkan ini merupakan langkah lebih lanjut dalam upaya Houthi untuk menyebarkan terorisme dan kekacauan di kawasan kami," tambahnya.

Houthi menggunakan drone untuk menjatuhkan bahan peledak di Abu Dhabi, ibu kota UEA, yang menewaskan tiga orang dan melukai enam orang.

Koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan serangan balik di malam hari antara Senin dan Selasa, yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai sekitar selusin lainnya.

"Sekretaris Jenderal menyatakan keprihatinannya dan menyesalkan serangan udara koalisi pimpinan Saudi baru-baru ini di Sanaa yang mengakibatkan banyak korban sipil," kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers pada Selasa.

"Dia mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional untuk melindungi warga sipil, dengan berpegang pada prinsip-prinsip proporsionalitas, perbedaan dan kehati-hatian," katanya.

Juru bicara itu menambahkan bahwa Guterres sekali lagi menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan mencegah eskalasi dan intensifikasi konflik lebih lanjut. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT