19 January 2022, 09:45 WIB

Tonga Sebut Tengah Hadapi Bencana dengan Abu Vulkanik Sangat Tebal


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PEMERINTAH Tonga mengungkapkan bahwa negara kepulauan Pasifik itu menghadapi bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah letusan gunung berapi besar yang memicu tsunami dan menyelimuti sebagian negara berpenduduk 100.000 orang itu dengan abu vulkanik yang tebal.

Dalam pernyataan pertamanya sejak gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai meletus pada Sabtu (15/1), kantor Perdana Menteri pada Selasa (18/1) malam mengonfirmasi kematian sedikitnya tiga orang, termasuk seorang wanita Inggris.

“Sebagai hasil dari letusan, gumpalan jamur vulkanik dilepaskan mencapai stratosfer dan memanjang secara radial menutupi seluruh Pulau Tonga, menghasilkan gelombang tsunami yang naik hingga 15 meter (49 kaki), menghantam pantai barat Kepulauan Tongatapu, kepulauan 'Eua dan Ha’apai,” kata pernyataan itu.

Karena parahnya kerusakan yang diamati, pemerintah mengatakan tim penyelamat tambahan telah dikirim ke pulau Mango, Fonoifua dan Nomuka.

Semua rumah di Mango, di mana sinyal mara bahaya terdeteksi, telah hancur dan hanya dua yang masih berdiri di Fonoifua, sementara ada kerusakan parah di Nomuka, terangnya.

Kapal Angkatan Laut Tonga sedang dikirim ke pulau-pulau yang terkena dampak dengan pasokan air dan makanan yang mendesak, sementara upaya evakuasi dari daerah yang paling parah juga sedang berlangsung.

Letusan tersebut adalah yang terbesar sejak Pinatubo di Filipina pada tahun 1991, dengan letusan dahsyat terdengar di Fiji lebih dari 750 km (466 mil) jauhnya.

Dua kapal dari Angkatan Laut Selandia Baru, yang membawa tim penyelamat dan peralatan serta sarat dengan perbekalan, sudah dalam perjalanan ke Tonga.

Upaya untuk menanggapi bencana tersebut terhambat oleh masalah komunikasi setelah letusan memutuskan kabel bawah laut pulau-pulau itu, dan abu tebal menutupi landasan pacu di bandara utama negara itu. (Aiw/Aljazeera/OL-09)

BERITA TERKAIT