18 January 2022, 11:39 WIB

Inggris Pasok Senjata Anti-Tank ke Ukraina untuk Hadapi Ancaman Rusia


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

INGGRIS telah mulai memasok Ukraina dengan senjata anti-tank untuk membantu mempertahankan diri dari invasi potensial, selama perselisihan dengan Rusia yang telah mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina.

Negara-negara Barat khawatir Rusia sedang mempersiapkan dalih untuk serangan baru di Ukraina, yang diinvasi pada tahun 2014.

Moskow membantah rencana serangan, tetapi mengatakan pihaknya dapat mengambil tindakan militer yang tidak ditentukan kecuali Barat menyetujui daftar tuntutan, termasuk melarang Ukraina bergabung dengan NATO.

Pembicaraan pekan lalu berakhir tanpa terobosan. Kiev telah meminta senjata kepada negara-negara Barat untuk membantunya melindungi dirinya sendiri.

"Kami telah mengambil keputusan untuk memasok Ukraina dengan sistem senjata pertahanan anti-lapis baja ringan," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace kepada Parlemen, dengan mengungkapkan bahwa sistem pertama telah dikirimkan pada Senin (17/1) dan sejumlah kecil personel Inggris akan memberikan pelatihan untuk waktu yang singkat.

Wallance tidak merinci jumlah atau jenis senjata yang dikirim, tetapi ia mengatakan, "Itu bukan senjata strategis dan tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia. Mereka akan digunakan untuk membela diri."

"Ini adalah jarak pendek, tapi bagaimanapun itu akan membuat orang berhenti sejenak dan berpikir apa yang mereka lakukan dan jika tank meluncur ke Ukraina, menyerangnya, maka mereka akan menjadi bagian dari mekanisme pertahanan,” tambahnya.

Menteri Pertahanan Ukraina menyambut baik pengumuman Wallace.

"Ukraina sangat menghargai keputusan Inggris untuk menyediakan paket keamanan baru dengan sistem senjata pertahanan ringan, anti-baja!" ujar Oleksii Reznikov dalam sebuah tweet.

Inggris sebelumnya telah memperingatkan Rusia tentang konsekuensi berat jika meluncurkan serangan militer baru di Ukraina, sambil menawarkan pembiayaan untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut Ukraina.

Wallace mengatakan dia telah mengundang Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu untuk mengunjungi London dalam beberapa minggu ke depan untuk membahas krisis, meskipun dia tidak tahu apakah Rusia akan menerima.

"Kesenjangan saat ini lebar tetapi bukannya tidak bisa dijembatani," kata Wallace, menyuarakan harapan bahwa diplomasi akan menang dan menambahkan, "Ini adalah pilihan Presiden (Vladimir) Putin."

Sementara itu, Kanada mengerahkan kontingen kecil operator pasukan khusus ke Ukraina.

Kehadiran operasi khusus Kanada adalah bagian dari upaya sekutu NATO untuk mencegah agresi Rusia di Ukraina, dan untuk mengidentifikasi cara untuk membantu pemerintah Ukraina, Global News Kanada melaporkan pada hari Senin (17/1), mengutip sumber yang tidak ditentukan.

Unit tersebut juga telah ditugaskan untuk membantu mengembangkan rencana evakuasi bagi personel diplomatik Kanada jika terjadi invasi skala penuh, kata laporan itu.

Seorang juru bicara Komando Pasukan Operasi Khusus Kanada mengatakan tidak dapat mengonfirmasi laporan tersebut, tetapi Kanada telah mendukung pasukan keamanan Ukraina secara berkala sejak musim gugur 2020.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Melanie Joly berada di Kiev untuk membahas upaya untuk mencegah tindakan agresif oleh Rusia dan bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmygal pada hari Senin.

Kanada, yang memiliki populasi Ukraina terbesar ketiga di dunia setelah Ukraina dan Rusia, telah mempertahankan misi pelatihan 200 personel di Ukraina barat sejak 2015.

Pada hari Minggu (16/1), ia mendesak warga Kanada untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Ukraina, dalam sebuah nasihat baru yang mengutip agresi Rusia.

Menlu Jerman Annalena Baerbock juga mengatakan negara itu akan melakukan segala daya untuk menjamin keamanan Ukraina.

"Kami akan melakukan segalanya untuk menjamin keamanan Ukraina. Kami akan melakukan segalanya untuk menjamin keamanan Eropa," katanya pada konferensi pers selama kunjungan pertamanya ke Ukraina, sehari sebelum dia dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow.

Berbicara selama kunjungan ke Madrid, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan, "kami mengharapkan langkah yang jelas dari Rusia untuk meredakan situasi.”

"Agresi militer terhadap Ukraina akan memiliki konsekuensi politik dan ekonomi yang serius bagi Rusia,” tambahnya pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Kunjungan Baerbock ke Kiev dilakukan di tengah upaya untuk menghidupkan kembali apa yang disebut pengelompokan Format Normandia dari Jerman, Prancis, Rusia dan Ukraina yang bertujuan untuk meredakan konflik.

Rekannya dari Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan kepada wartawan setelah diskusi bahwa Ukraina dan Jerman berkomitmen untuk penyelesaian diplomatik konflik ini.

"Tujuan bersama kami adalah kerja efektif Format Normandia dan penyelenggaraan pertemuan puncak para pemimpin Format Normandia," kata Kuleba.

Menlu Rusia Sergei Lavrov akan mengadakan pertemuan pertamanya dengan Baerbock pada hari Selasa.

Lavrov mengatakan dalam konferensi pers pada hari Senin (17/1) bahwa Rusia sedang menunggu jawaban konkret untuk serangkaian tuntutan keamanan di Eropa.

Dia menambahkan bahwa “Kepemimpinan Rusia mampu melindungi kepentingannya baik dari segi keamanan maupun dalam hal memastikan hak-hak warga negara Rusia.” (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT