17 January 2022, 09:45 WIB

AS Luncurkan Koin Bergambar Maya Angelou


Basuki Eka Purnama | Internasional

BADAN Percetakan Uang Logam Amerika Serikat (AS), pekan lalu, meluncurkan uang koin dengan nilai 25 sen bergambar wajah penyair dan aktivis Maya Angelou.

Penulis buku I Know Why the Caged Bird Sings itu menjadi tokoh perempuan yang diberi penghormatan melalui sebuah program yang disebut dengan American Women Quarters Program.

Dalam program tersebut, badan percetakan akan menerbitkan uang koin bergambar lima tokoh perempuan yang dianggap telah berkontribusi pada negara. Uang tersebut akan dikeluarkan setiap tahun antara 2022 hingga 2025.

Baca juga: Tiongkok Kecam Sanksi AS terhadap Iran

"Merupakan kehormatan bagi saya untuk mempersembahkan koin pertama yang beredar di AS, yang didedikasikan untuk merayakan perempuan Amerika dan kontribusi mereka terhadap sejarah Amerika," kata Wakil Direktur Mint Ventris Gibson, dikutip pada Senin (17/1).

Selama 90 tahun terakhir, koin senilai 25 sen atau seperempat dolar itu menunjukkan gambar presiden pertama AS, George Washington, pada bagian satu sisi dan gambar elang pada sisi yang lain. 

Uang koin yang baru menunjukkan gambar Washington pada satu sisi dan Angelou pada sisi yang lain.

Desain uang koin itu menggambarkan Angelou yang merentangkan tangannya. Di belakang gambar Angelou, terdapat gambar seekor burung yang terbang dan matahari terbit. Gibson mengatakan desain koin terinspirasi dari kata-kata dalam karya Angelou.

Tokoh perempuan lain yang akan tampil dalam uang koin baru AS itu antara lain Sally Ride, perempuan Amerika pertama yang terbang ke luar angkasa; Wilma Mankiller, kepala sekolah perempuan pertama dari Cherokee Nation; Nina Otero-Warren, seorang pemimpin hak pilih New Mexico; dan Anna May Wong, seorang bintang film Tiongkok-Amerika.

Angelou merupakan penyair Afrika-Amerika yang lahir di Missouri pada 1928. Di samping sebagai seorang penulis, ia juga dikenal sebagai aktivis yang bekerja bersama Martin Luther King Jr dan Malcolm X selama Gerakan Hak Sipil.

Angelou pernah membacakan puisi karyanya berjudul On the Pulse of Morning saat pelantikan pertama mantan Presiden AS Bill Clinton pada 1993. Angelou meninggal dunia pada 2014.

Menteri Keuangan Janet Yellen, September lalu, telah mengisyaratkan dukungan untuk mengakui mantan budak dan pemimpin gerakan abolisionis Harriet Tubman yang akan ditampilkan dalam mata uang AS.

Mantan presiden AS Barack Obama meluncurkan sebuah proyek untuk menampilkan wajah Tubman pada uang kertas senilai US$20, tetapi terhenti di bawah pemerintahan Donald Trump.

Pada saat itu, Yallen mengatakan menempatkan wajah Tubman pada uang kertas US$20 akan menjadi suatu kehormatan, tetapi merancang uang kertas membutuhkan waktu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT