17 January 2022, 06:22 WIB

Hampir Empat Ribu Warga Irak Dipulangkan dari Belarus


Atikah Ishmah Winahyu |

BAGHDAD telah memulangkan hampir empat ribu warganya yang terjebak di perbatasan Belarus dengan anggota Uni Eropa Polandia, Lithuania dan Latvia dalam beberapa pekan terakhir.

“Sejak 18 November, pemerintah Irak telah menyelenggarakan 10 penerbangan dari Baghdad ke Belarus untuk memulangkan warganya,” kata Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein pada konferensi pers di Baghdad dengan mitranya dari Lituania.

"Kami telah dapat memulangkan sekitar empat ribu warga Irak yang terjebak di perbatasan Belarusia dengan Polandia, Lithuania dan Latvia," tambahnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ahmed al-Sahaf kemudian mengatakan bahwa 3.817 migran Irak telah dipulangkan dari Belarus dan 112 dari Lithuania.

Penerbangan umumnya tiba di wilayah otonomi Kurdistan Irak, di mana banyak calon migran berasal, sebelum dilanjutkan ke Baghdad.

Sahaf mengatakan beberapa warga Irak masih terjebak di Belarus, tetapi cuaca yang sulit dan lingkungan yang kompleks tidak memungkinkan penyelamat untuk menentukan jumlah mereka.

Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis, yang juga bertemu dengan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi, mengatakan dia ingin membawa ide kerja sama baru dengan Irak.

Sejak musim panas lalu, ribuan migran, sebagian besar dari Timur Tengah dan Irak khususnya, telah berkemah di perbatasan Belarus-Uni Eropa, seringkali dalam kondisi sulit, mencoba memasuki blok tersebut.

Barat menuduh Belarus memikat para migran ke perbatasan sebagai balas dendam atas sanksi terhadap rezim Presiden Alexander Lukashenko.

Belarus telah membantah klaim tersebut dan mengkritik UE karena tidak menerima para migran. (Aiw/OL-12)
 

BERITA TERKAIT