16 January 2022, 13:14 WIB

Malaysia Siap Beri Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun di Akhir Januari


 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

MALAYSIA akan mulai memvaksinasi anak-anak berusia 5-11 tahun mulai akhir Januari, ketika negara itu bersiap untuk transisi dari fase pandemi ke fase endemik covid-19.

“Dalam rangka mempersiapkan kita memasuki era endemis, kita sudah memiliki alat yang ampuh berupa vaksin. Malaysia adalah salah satu negara terdepan dalam pemberian suntikan booster,” kata Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin dalam pesan Tahun Baru 2022 untuk kementeriannya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malaysia pada 6 Januari 2022 mengatakan bahwa Malaysia telah memberikan persetujuan bersyarat untuk penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech bagi anak-anak berusia 5-11 tahun.

Khairy juga telah mengatakan sebelumnya bahwa Pfizer-BioNTech adalah satu-satunya vaksin covid-19 yang diindikasikan untuk anak-anak dalam kelompok usia tersebut.

Dia juga mencatat bahwa pemerintah akan memperoleh opsi pengobatan untuk covid-19 yang dapat digunakan untuk membawa negara ke arah endemisitas.

Semakin banyak negara mulai memvaksinasi anak-anak karena mereka dipandang sebagai penular virus tanpa disadari kepada orang-orang yang berisiko tinggi, kata para ahli.

Indonesia mulai menginokulasi siswa sekolah dasar berusia 6-11 tahun pada 14 Desember 2021, sementara Singapura mulai memvaksinasi anak-anak berusia 5-11 tahun pada 27 Desember 2021.

Tiongkok termasuk negara yang pertama di Asia yang memberikan suntikan kepada anak-anak berusia tiga tahun ke atas tahun lalu. Kamboja juga memberikan vaksin pertamanya untuk anak kecil pada bulan September.

Menurut agregator data Malaysia CovidNow, anak-anak berusia 5-11 tahun telah menjadi sekitar 10% dari kasus covid-19 di negara itu dalam beberapa pekan terakhir, dibandingkan dengan 3-6% di antara anak-anak dalam kelompok usia lain.

Sementara itu, Khairy juga mengatakan dalam pesan Tahun Barunya yang disampaikan pada Kamis (13/1) bahwa periode karantina untuk pasien covid-19 sekarang akan bervariasi berdasarkan status vaksinasi mereka. 

Jika mereka menunjukkan gejala, menambahkan mereka yang bergejala atau belum menerima vaksin dosis kedua mereka harus menjalani karantina wajib 10 hari.

“Untuk pasien tanpa gejala yang telah menerima dua dosis vaksin tetapi belum menerima suntikan booster, karantina adalah tujuh hari,” katanya.

Untuk kontak dekat yang telah divaksinasi lengkap tetapi belum menerima booster shot, tidak sepenuhnya divaksinasi atau tidak divaksinasi, mereka harus menjalani karantina selama tujuh hari.

Kontak dekat yang bergejala harus menjalani tes skrining covid-19 RTK-Ag, self test atau ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Khairy mengatakan semua prosedur isolasi dan karantina baru akan efektif mulai Minggu (16/1) dan juga akan berlaku untuk mereka yang sudah menjalani isolasi dan karantina.

Ia menjelaskan, keputusan baru itu dibuat setelah Kemenkes mengevaluasi kembali masa surveilans dan observasi berdasarkan data, ilmu pengetahuan dan pengalaman dari negara lain terkait penanganan kasus positif covid-19 dan kontak dekat kasus terkonfirmasi.

Dia mengatakan prosedur yang ada untuk manajemen pelancong ke Malaysia masih berlaku, menambahkan bahwa kementerian juga telah meningkatkan kesiapsiagaan sistem layanan kesehatan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kasus yang disebabkan oleh varian omikron.

Tahun ini, kata dia, negara kemungkinan akan melihat akhir dari fase pandemi covid-19 dan memasuki fase endemik.

"Sekali lagi, peringatannya adalah kita tidak tahu bagaimana virus akan bermutasi, tetapi semuanya sama, kita harus bekerja keras untuk beralih ke endemisitas tahun ini," tandasnya. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT