16 January 2022, 11:02 WIB

Mantan Senator Haiti Ditangkap atas Dugaan Pembunuhan Presiden Moise


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PIHAK berwenang Jamaika telah menangkap seorang mantan senator Haiti yang merupakan tersangka utama dalam pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise pada Juli 2021 lalu.

Juru bicara Pasukan Polisi Jamaika, Dennis Brooks, mengatakan bahwa John Joel Joseph, seorang politikus Haiti terkenal yang disebut oleh pihak berwenang sebagai tersangka dalam pembunuhan Moise, ditangkap oleh pihak berwenang pada Jumat (14/1).

Brooks tidak mengomentari apakah penangkapan itu mengikuti permintaan Biro Investigasi Federal AS, yang juga menyelidiki pembunuhan tersebut. Juga tidak jelas di mana Joseph ditangkap di Jamaika.

Sementara itu, Inspektur Polisi Jamaika Stephanie Lindsay mengatakan bahwa beberapa orang lain juga ditangkap bersama Joseph dan pihak berwenang berusaha untuk menentukan apakah mereka adalah anggota keluarga.

Lindsay mengatakan mereka ditangkap pada Sabtu (15/1) sebelum fajar dan tidak memberikan rincian lainnya.

“Untuk lebih dari satu alasan, kami tidak membagikan lebih banyak informasi,” katanya.

Di antara mereka yang menyambut penangkapan itu adalah Mantan Menteri Luar Negeri Haiti, Claude Joseph, yang sempat menjabat sebagai perdana menteri sementara setelah pembunuhan Moise.

“Penangkapan John Joel Joseph menunjukkan bahwa tidak akan ada tempat persembunyian bagi mereka yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam pembunuhan itu,” tulisnya di Twitter, mengatakan bahwa upaya internasional yang dia mulai terus membuahkan hasil.

Joseph adalah tersangka kedua yang ditangkap di Jamaika. Pada akhir Oktober 2021, pihak berwenang Jamaika menangkap mantan tentara Kolombia Mario Antonio Palacios.

Dia baru-baru ini diekstradisi oleh AS dan sedang menunggu sidang pengadilan lain setelah didakwa dengan konspirasi untuk melakukan pembunuhan atau penculikan di luar AS serta memberikan dukungan materi yang mengakibatkan kematian, mengetahui atau berniat bahwa dukungan materi tersebut akan digunakan untuk mempersiapkan atau melakukan persekongkolan untuk membunuh atau menculik.

Pembunuh bersenjata dengan senapan serbu mendatangi kediaman pribadi Moise di perbukitan di atas Port-au-Prince pada 7 Juli 2021 lalu dan menembaknya hingga tewas.

Peristiwa tersebut menyebabkan perburuan besar-besaran dan penyelidikan di beberapa negara di Amerika Latin dan Karibia.

Lebih dari 40 orang, termasuk 18 mantan tentara Kolombia, telah ditangkap sehubungan dengan serangan itu, di mana istri Moise terluka.

Pejabat pemerintah Kolombia mengatakan mayoritas mantan tentara ditipu dan tidak tahu tentang misi sebenarnya.

Para tentara, yang tetap berada di penjara di Haiti, menuduh pihak berwenang melakukan penyiksaan, sementara pemerintah Kolombia baru-baru ini mengatakan konsul negara di Haiti diancam setelah mencoba memberikan bantuan kemanusiaan. (Aiw/Aljazeera/OL-09)

BERITA TERKAIT