15 January 2022, 16:40 WIB

Tiongkok Kecam Sanksi AS terhadap Iran


Nur Aivanni |

TIONGKOK menegaskan kembali penentangannya terhadap sanksi sepihak oleh Amerika Serikat terhadap Iran. Ini disampaikan ketika Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Iran mengumumkan peluncuran perjanjian kerja sama 25 tahun yang bertujuan memperkuat hubungan ekonomi dan politik.

Dalam pertemuan pada Jumat (14/1) di kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi juga mendukung upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara negara-negara besar dan Iran. Ringkasan pertemuan antara Wang dan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian telah diunggah di situs Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Sabtu (15/1).

Wang, yang juga Penasihat Negara, mengatakan AS memikul tanggung jawab utama atas kesulitan yang sedang berlangsung dengan Iran. Ini karena AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara negara-negara besar dan Iran.

Di bawah ketentuan kesepakatan itu, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional, Iran akan membatasi aktivitas pengayaan uranium, yang membuatnya lebih sulit untuk mengembangkan senjata nuklir. Dalam hal ini, Teheran menyangkal memiliki rencana untuk senjata nuklir.

Wang mengatakan Tiongkok akan dengan tegas mendukung dimulainya kembali negosiasi pakta nuklir. Namun dia mengatakan Tiongkok dengan tegas menentang sanksi sepihak ilegal terhadap Iran, manipulasi politik melalui topik termasuk hak asasi manusia, dan campur tangan dalam urusan internal Iran dan negara-negara regional lain.

AS memberlakukan kembali sanksi yang merusak ekonomi Iran setelah menarik diri dari pakta nuklir pada 2018. Dalihnya, ketentuan itu tidak cukup untuk mengekang kegiatan nuklir Iran, program rudal balistik, dan pengaruh regional. Setahun kemudian, Iran mulai secara bertahap melanggar kesepakatan itu dengan membangun kembali persediaan uranium yang diperkaya, menyempurnakannya dengan kemurnian fisil yang lebih tinggi, dan memasang sentrifugal canggih untuk mempercepat produksi.

Baca juga: Moskow Sambut Kemajuan dalam Kesepakatan Nuklir Iran

Tiongkok dan Iran menandatangani perjanjian kerja sama 25 tahun Maret lalu yang membawa Iran ke Belt and Road Initiative Tiongkok, skema infrastruktur multitriliun dolar yang dimaksudkan membentang dari Asia Timur ke Eropa. Proyek itu bertujuan memperluas pengaruh ekonomi dan politik Tiongkok secara signifikan sehingga menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat dan tempat lain. Ringkasan Kementerian Luar Negeri itu mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan memperdalam kerja sama Tiongkok-Iran di berbagai bidang termasuk energi, infrastruktur, pertanian, kesehatan dan budaya, serta keamanan siber dan kerja sama dengan negara lain. (Straits Times/OL-14)

BERITA TERKAIT