14 January 2022, 12:12 WIB

Menlu AS Sebut Korut Cari Perhatian dengan Peluncuran Rudalnya


Nur Aivanni | Internasional

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, pada Kamis (13/1), mengatakan bahwa Korea Utara mungkin sedang mencari perhatian dengan melakukan peluncuran rudal.

Diplomat top AS itu memperbaharui seruan agar Korea Utara duduk untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat, yang menurutnya tidak memendam niat bermusuhan terhadap rezim Kim Jong Un. "Saya pikir beberapa di antaranya adalah upaya Korea Utara untuk mendapatkan perhatian. Itu dilakukan di masa lalu; mungkin akan terus melakukan itu," kata Blinken dalam wawancara televisi dengan MSNBC.

Uji coba oleh Korea Utara, kata Blinken, sangat tidak stabil, berbahaya, dan bertentangan dengan seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB.

Media pemerintah Korea Utara melaporkan pada Rabu bahwa Kim secara pribadi mengawasi peluncuran rudal hipersonik yang sukses. Itu merupakan peluncuran kedua oleh negara tersebut alam waktu kurang dari seminggu.

Segera setelah itu, Washington mengumumkan sanksi terhadap lima warga Korea Utara yang terkait dengan program rudal balistik. Sanksi tersebut memicu tuduhan dari juru bicara Kementerian Luar Negeri di Pyongyang bahwa itu sengaja memperburuk situasi. "Jika AS mengadopsi sikap konfrontatif seperti itu, DPRK akan dipaksa untuk mengambil reaksi yang lebih kuat dan pasti untuk itu," kata juru bicara tersebut dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara KCNA pada Jumat pagi di Korea Utara.

Diplomasi terhenti sejak Kim mengadakan tiga pertemuan dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Pembicaraan dengan Trump tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang langgeng. (AFP/OL-12)

BERITA TERKAIT