13 January 2022, 14:10 WIB

Israel Cari Kompromi usai Kerusuhan Badui terkait Penanaman Pohon


Mediaindonesia.com | Internasional

PEMERINTAH Israel pada Rabu (13/1) berusaha meredakan ketegangan dengan Arab Badui atas proyek penanaman pohon di gurun Negev. Soalanya, kerusuhan berlanjut hingga berhari-hari sehingga menjadi ujian terbaru untuk koalisi yang rapuh.

Sekitar 200 pengunjuk rasa Badui di gurun pasir Negev Israel selatan pada Rabu (12/1) bentrok dengan petugas keamanan yang mencoba membubarkan mereka dengan granat kejut, kata seorang wartawan AFP. "Enam belas tersangka yang melemparkan batu ke polisi telah ditangkap dan sedang diinterogasi," kata polisi dalam pernyataan dan menambahkan bahwa lima petugas terluka ringan.

Badui, yang merupakan bagian dari 20% minoritas Arab Israel, telah lama menentang inisiatif penanaman pohon di Negev. Mereka mengecam pemerintah sebagai perampasan tanah de facto di daerah yang mereka sebut rumah.

Kerusuhan terbaru dalam perselisihan selama beberapa dekade telah menarik perhatian baru mengingat susunan pemerintah koalisi Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri sayap kanan Naftali Bennett. Pemerintah Bennett mengandalkan dukungan dari pemimpin partai Islam Raam, Mansour Abbas, yang dukungan politik utamanya berasal dari Badui di Negev.

Abbas mengatakan kepada berita Channel 12 Israel pada Selasa bahwa partainya tidak akan memilih dengan koalisi kecuali penanaman pohon dihentikan dan negosiasi formal dengan para pemimpin Badui diluncurkan untuk mencari kompromi. "Pohon tidak lebih penting dari manusia," cuit Abbas.

Menteri Sosial Meir Cohen mengatakan kompromi telah dicapai. "Pekerjaan penanaman akan selesai hari ini (Rabu) seperti yang direncanakan dan mulai besok negosiasi yang dipercepat akan dilakukan."

Kelompok masyarakat sipil lingkungan Regavim sayap kanan meminta pemerintah Bennett untuk mengambil sikap tegas terhadap ancaman Partai Raam untuk memastikan bahwa proyek penanaman pohon dilakukan sesuai rencana. Namun bentrokan kembali terjadi pada malam hari di beberapa lokasi di Negev dengan lebih banyak penangkapan dilakukan.

Baca juga: Israel Tuduh Jaringan Spionase Iran Rekrut Wanita secara Daring

Hampir setengah dari 300.000 orang Badui tinggal di desa-desa yang tidak dikenal di Negev, Israel. Mereka menghadapi pembongkaran rumah secara teratur dan kurangnya akses ke layanan dasar, termasuk listrik, air, dan sanitasi. Tantangan ini yang mebuat Abbas berkeras untuk ditangani sebagai imbalan untuk mendukung pemerintah Bennett. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT